Unduh Aplikasi

Gelar Aksi di Tengah Pandemi Corona, Tiga Mahasiswa Dibubarkan Polisi

Gelar Aksi di Tengah Pandemi Corona, Tiga Mahasiswa Dibubarkan Polisi
Mahasiswa UIN Ar-Raniry saat gelar aksi di Meulaboh

ACEH BARAT - Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar aksi protes terhadap penggunaan Uang Kuliah tunggal (UKT) mahasiswa selama pandemi yang dinilai tidak transparan.

Ketiga mahasiswa tergabung dalam Gerakan mahasiswa (Geram) yang menggelar aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat atau tepat di Simpang Pelor meulaboh, pada Jumat, (5/6) pagi itu dibubarkan polisi.

Aksi yang dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap seluruh pemangku jabatan di kampus, karena dinilai lambat daam menampung aspirasi mahasiswa dan kurang transparan terhadap informasi selama pandemi yang menimbulkan kecurigaan di kalangan kampus.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi GERAM, Imam Fadhil, menyatakan pihaknya mendesak Kementerian Agama dan pihak kampus, agar segera merealisasikan poin-poin tuntutan terkait aspirasi Mahasiswa.

Adapun poin tuntutan itu, kata Imam Fadhil, diantaranya meminta transparansi dan rincian penggunaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa selama pandemi Covid-19.

“Di mana sebagian besar fasilitas kampus tidak dipergunakan sepenuhnya oleh mahasiswa dan sudah selayaknya mahasiswa mengetahui ke mana saja penggunaan UKT yang telah dibayarkan,” kata Imam

Mereka juga meminta pemberian kuota internet sebagai bentuk bantuan kepada para pahasiswa kampus itu, dalam menjalani kuliah online.

Karena menurut mereka, tidak semua mahasiswa punya uang untuk membeli kuota internet di tengah anjloknya ekonomi saat ini.

“Selanjutnya, menggratiskan atau memotong biaya pendidikan semester depan (ganjil), dikarenakan ekonomi keluarga mahasiswa banyak yang merosot akibat pandemi Covid-19. Ditambah lagi, bantuan masih kurang memadai yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat,” sebutnya.

Mereka juga menuntut semua mahasiswa kampus tersebut diberikan nilai B selama pandemi Covid-19 sebab dalam proses belajar daring selama ini banyak kendala yang dihadapi para mahasiswa seperti jaringan internet, bahkan perangkat yang tidak memadai.

Pemberian nilai B kepada para mahasiswa, kata dia, juga disebabkan oleh praktik lapangan yang harusnya dilakukan oleh mereka terhambat selama wabah Covid-19 itu, dan harus bisa belajar secara teori lewat daring saja.

“Oleh sebab itu dengan melihat permasalahan yang ada, maka perlu adanya pemerataan nilai B ini kepada seluruh mahasiswa, karena penilaian dan pembelajaran di saat pandemi sangatlah berbeda dibandingkan keadaan normal,” ujarnya.

Selain itu mereka meminta, dimaksimalkan fungsi humas kampus dan kelembagaan, agar informasi yang transparan didapatkan oleh semua mahasiswa di tengah pandemi Covid-19, khususnya mahasiswa baru yang membutuhkan banyak informasi seputar kampus.

Hingga berita ini diunggah AJNN belum memperoleh keterangan atas alasan pembubaran mahasiswa yang hanya berjumlah tiga orang tersebut.

Komentar

Loading...