Unduh Aplikasi

Gebrak Masker Sejatinya Menggerakkan Masyarakat

Gebrak Masker Sejatinya Menggerakkan Masyarakat
Ilustrasi. Foto: Ist

Oleh: Nasrul Zaman

Entah ide siapa, dan bagaimana gagasan ini bisa muncul telah menjadi semangat bersama Pemerintah Aceh, sehingga pada 04 September 2020 memerintahkan 19.735 orang dikerahkan ke seluruh Aceh untuk memasifkan penggunaan masker di masyarakat.

Gerakan ini dari gagasan baik-baik saja selama dilakukan dengan pendekatan "pemberdayaan masyarakat" jika tidak maka ini dapat menjadi awal bencana penyebaran covid-19 secara massif dan terencana.

Pengerahan sebegitu banyak orang ke seluruh pelosok penjuru Aceh harusnya tetap mengikuti protokol kesehatan. Salah satunya adalah kewajiban swab PCR bagi seluruh anggota yang terlibat. Hal ini tidak bisa ditawar-tawar karena semua kita tidak ingin warga yang seharusnya jauh dari potensi Covid-19 malah menjadi terpapar karena ulah pemerintah itu sendiri.

Harusnya gerakan Gebrak Masker ini dilakukan dengan memberdayakan struktur pemerintah yang ada ditambah dengan keterlibatan Ormas, LSM atau lembaga pendidikan tinggi yang ada.

Pemerintah kabupaten atau kota, kecamatan, kemukiman hingga pemerintah gampong dan didukung oleh puskesmas adalah pihak yang menjadi penggerak penggunaan masker.

Dan jika didukung oleh berbagai Ormas agama, LSM dan lembaga pendidikan yang ada di wilayah masing-masing pastilah gerakan Gebrak Masker menjadi suatu hal yang sangat positif.

Tapi sayang, Gebrak Masker yag dilakukan Pemerintah Aceh hanyalah berupa pepesan kosong tanpa metode yang baik, apalagi ribuan orang yang terlibat tersebut tidak pernah dilatih menjadi tenaga penyuluh kesehatan, utamanya tentang Virus Covid-19 ini.

Akhirnya Gebrak Masker adalah upaya Pemerintah Aceh mengundang bencana belaka.


Penulis adalah pemerhati kebijakan publik Aceh

Komentar

Loading...