Unduh Aplikasi

Gayo Merdeka: Syarat Himne Aceh Terlalu Diskriminatif

Gayo Merdeka: Syarat Himne Aceh Terlalu Diskriminatif
Anggota DPRA menjumpai para pendemo yang tergabung dalam Gayo Merdeka. Foto: Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gayo Merdeka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk merubah syarat sayembara himne Aceh yang dinilai terlalu diskriminatif.

Dalam aksi yang dilakukan di depan gedung DPRA itu, Selasa, (31/10) mengundang banyak perhatian para anggota legislatif, sehingga lima anggota DPRA terpaksa turun untuk menjumpai para pendemo.

Diantaranya, Wakil Ketua Irwan Djohan, Ketua Fraksi Partai Aceh Iskandar Usman Al Farlaky, Azhari Cage, Abdullah Saleh dan Tanwir Mahdi.

"Kami tidak meminta himne ini ditiadakan, tetapi dilakukan perubahan syarat yang lebih melihat keberagaman suku di Aceh," teriak Hirfan dalam orasinya.

Baca: Azhari Cage Serahkan Bendera Bulan Bintang ke Wakil Gubernur Aceh

Hirfan menilai, kriteria atau syarat dalam sayembara himne Aceh saat ini tidak melihat Aceh secara keseluruhan dan terkesan diskriminatif, padahal semua mengetahui kalau Aceh memiliki beragam suku, budaya dan bahasa.

"Di Aceh banyak suku, mulai dari Alas, Aceh, Aneuk Jamee, Pak Pak, Depayan, Haloban, Tamiang, dan Gayo," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRA, T Irwan Djohan menyambut baik permintaan para pengunjuk rasa itu. Ia mengajak para pengunjuk rasa untuk berdiskusi dengan anggota dewan terkait persoalan himne.

"Jika ingin dibahas, kami siap berdiskusi dengan kawan-kawan semuanya," katanya.

Hal senada juga disampaikan Abdullah Saleh. Ia meminta para pendemo untuk menjumpai anggota DPRA secara baik guna berdiskusi masalah tersebut, sehingga nantinya bisa menemukan hasil secara bersama.

"Kami siap beraudiensi, dan membicarakan masalah ini," ujar Abdullah Saleh.

Komentar

Loading...