Unduh Aplikasi

Gas Tiga Kilogram Hanya untuk Masyarakat Kurang Mampu

Gas Tiga Kilogram Hanya untuk Masyarakat Kurang Mampu
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas ) Aceh menegaskan bahwa gas elpiji tiga kilogram (Kg) hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau kurang mampu. Bukan untuk warga yang serba berkecukupan.

Bendahara Umum Hiswanamigas Aceh, Nahrawi Noerdin melihat, seringnya terjadi kelanggkaan gas selama ini disebarkan karena belum tepatnya sasaran penyaluran.

Baca: Warga Lhokseumawe Keluhkah Gas LPG 3 Kg Langka

Seperti kelangkaan gas elpiji menjelang lebaran Idul Adha 1441 H/2020 di beberapa kabupaten/kota di Aceh yakni, Aceh Utara, Lhokseumawe dan Bireuen. Semua itu karena masih adanya orang yang tidak berhak mengunakan gas tiga kilogram, tapi tetap memakainya, sehingga kuota yang harusnya mencukupi menjadi langka.

"Lagi-lagi kami sampaikan bahwa jika orang mampu pun masih menggunakan elpiji 3 kilogram, maka masalah kelangkaan ini tidak akan pernah terselesaikan," ujar Nahrawi melalui keterangannya kepada AJNN, Sabtu (1/8).

Nahrawi menyampaikan, masyarakat mampu harus menggunakan elpiji lainnya yang tersedia di pasar, yaitu elpiji tabung 5,5 kg atau 12 kg. sementara elpiji 3 kg khusus untuk keluarga miskin.

Selain itu, Nahrawi menyebutkan, dalam pendistribusian gas tersebut, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan, serta peningkatan pengawasan semua pihak supaya penyaluran gas tepat sasaran.

"Kita harus sama-sama mengawasi, sehingga tidak terjadi penyaluran yang tidak tepat sasaran, karena jika adanya pangkalan yang berbuat nakal , pertamina pasti tidak diam, akan dicabut izin usahanya atau di-PHU," tegasnya.

Sebelumnya, dalam rangka mencukupi kebutuhan gas elpiji di sejumlah daerah di Aceh, Pertamina telah melakukan pengecekan berbagai pangkalan, terutama di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Dapati, stok yang tersedia di pangkalan sebanyak 12.530 tabung, dijual sesuai HET Rp 18.000 untuk radius 60 km.

"Namun dari pengamatan kami, harga elpiji 3 kg subsidi melambung di level pengecer, kisaran Rp 27.000 hingga Rp 35.000 per tabung,” ucap Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo, Sabtu (1/8).

Menyikapi permainan harga yang dilakukan pengecer, Pertamina MOR I menyiapkan penambahan elpiji fakultatif untuk wilayah Aceh sejak 27 Juli hingga 5 Agustus 2020.

Disiapkan penambahan fakultatif sebanyak 248.640 tabung. Penyalurannya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Dengan penambahan 9,7 persen tersebut, maka total stok yang disiapkan berjumlah 2,8 juta tabung.

"Penambahan fakultatif itu untuk mengantisipasi penambahan libur Idul Adha pada 30 Juli sampai 3 Agustus 2020. Dilakukan melalui pangkalan resmi Pertamina," ujarnya.

Selain menjaga pasokan elpiji 3 kg subsidi aman, Pertamina juga pastikan kebutuhan elpiji non subsidi Bright Gas terpenuhi. Agen dan SPBE pun siap memenuhi permintaan Bright Gas oleh masyarakat.

“Stok elpiji yang tersedia, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 26 hari kedepan," tutur Roby.

Komentar

Loading...