Unduh Aplikasi

Gara-gara Virus Corona, Harga Bawang Putih di Lhokseumawe Melambung Tinggi

Gara-gara Virus Corona, Harga Bawang Putih di Lhokseumawe Melambung Tinggi
Pedagang memperlihatkan bawang putih di Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Merebaknya virus corona di Negara Cina, berdampak pada kenaikan harga bawang putih daerah Provinsi Aceh. Bahkan, disejumlah pasar tradisional Kota Lhokseumawe harganya melambung tinggi.

Kenaikan harga bawang putih sudah berlangsung kurang lebih sejak satu bulan terakhir. Selain pembeli yang mulai sepi, juga berdampak pada pendapatan para pedagang setiap harinya.

“Harganya naik sejak lebih kurang sebulan terakhir, dari sebelumnya Rp28 ribu per kilogram, kini tembus Rp48 ribu per kilogram,” kata pedagang di Pasar Inpres Lhokseumawe, Adi Juliadi kepada AJNN, Rabu (12/2).

Dikatakan Adi, bawang putih tersebut diimpor langsung dari negara Cina. Hanya saja, para pedagang mengambilnya di daerah Medan, Sumatera Utara.

“Harganya di Medan sudah naik, kata mereka (Toke Medan) pasokannya agak sulit karena merebaknya virus tersebut,” ujar Adi.

Dikatakan Adi, selain bawang putih, kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah kering. Melonjaknya harga bumbu dapur tersebut disebabkan karena pasokan yang minim. Bahkan, pedagang bumbu sempat mengeluh kepada penjual cabai.

“Harganya sangat signifikan naik, dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram, mejadi Rp100 ribu per kilogram,” tuturnya.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...