Unduh Aplikasi

Gara - Gara Sinuhun PGN Jadi Rugi 

Gara - Gara Sinuhun PGN Jadi Rugi 
Salamuddin Daeng. Foto: IST.

Oleh: Salamuddin Daeng

BUMN Indonesia memang sapi perahan oligarki. Sebagai sapi perahan maka sudah pasti BUMN itu rugi. Sementara oligarki swasta pemerah dan peminum susu sapi perahan  sampai kenyang, mabok, hingga muntah-muntah.

BUMN mana saja yang rugi akibat jadi sapi perahan? Semua BUMN energi yang besar yakni Pertamina, PLN dan PGN. Tulisan ini akan fokus membahas PGN sebagai contoh kasus paling terbuka, telanjang, dan kasar, bagaimana BUMN ini jadi sapi perahan swasta.

PGN makin kurus kering karena tekanan regulasi, itu kata pihak manajemen PGN. Tekanan peraturan yang dibuat pemerintah disebut oleh manajemen sebagai faktor eksternal yang menjadi sebab PGN rugi.

Sudah rugi PGN masih digenjet oleh Menteri Keuangan melalui kasus sengketa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) periode 2012-2013. Kasus ini diajukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui upaya hukum peninjauan kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) pada Desember 2020. PGN harus membayar pajak dan denda sebesar 278,4 juta dolar AS pada tahun 2020. Nilai ini  sangat besar untuk ukuran keuangan PGN.

Padahal PGN sudah digenjet sebelumnya oleh Sinuhun untuk menurunkan harga gas. Sinuhun mengeluarkan  penugasan kepada PGN. Penugasan tersebut yang dilaksanakan melalui Kepmen ESDM Nomor 89K/2020 tentang Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk industri tertentu, Kepmen 91K/2020 tentang harga gas untuk pembangkit listrik. Inti peraturan tersebut adalah PGN digenjet untuk menurunkan  harga gas 6 dolar per MMBTU. Harga ini di bawah harga beli gas PGN kepada perusahaan hulu. Peraturan ini memang rada hancur alias kacau. 

Enak benar memang jadi swasta di negara ini. Tinggal cawecawe dengan pemerintah agar harga jual energi dari BUMN yang menguasai hajat hidup orang banyak agar menurunkan harga energi minyak maupun gas. Pemerintah peduli amat BUMN rugi yang penting swasta untung. Demikian juga dengan DPR peduli amat BUMN rugi, apalagi kalau perusahaan yang memerah dan  meminum susu BUMN energi itu ada saham oligarki di dalamnya. Kelar dan!

Penulis adalah Peneliti pada Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI)

HUT Pijay

Komentar

Loading...