Unduh Aplikasi

Gara-gara Makian, Mahasiswa Unimal Blokir Akses Gerbang Utama

Gara-gara Makian, Mahasiswa Unimal Blokir Akses Gerbang Utama
Aksi mahasiswa Unimal di gerbang utama. Foto: Syafrizal

LHOKSEUMAWE - Ratusan mahasiswa Universitas Malikusaleh Lhokseumawe memblokir pintu utama masuk ke kampus Bukit Indah, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Rabu (23/11), sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat pemblokiran tersebut, ratusan mahasiswa lainnya yang hendak masuk untuk mengikuti perkuliahan terpaksa menunggu hingga pintu gerbang dibuka.

Hal tersebut aksi itu dipicu dari ulah seorang mahasiswa lain melontarkan kata-kata kotor yang menyinggung sejumlah mahasiswa lain hingga menimbulkan protes di sekitarnya.

"Kami kesal dengan seorang oknum mahasiswa yang mengeluarkan kata-kata kotor kemarin, saat pelaksanaan Pemilihan Raya Badan Eksekutif Mahasiswa Malikussaleh (Pemira BEM) Unimal di Kampus Bukit Indah," sebut salah seorang mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa itu sangat tidak beretika. Seharusnya dia tidak perlu mengeluarkan kata tersebut. Dalam hal ini kita minta pihak rektor untuk segera menyelesaikan masalah ini, dan memberi sangsi terhadap mahasiswa tersebut, " tegasnya.

Pembantu Rektor III Unimal Anwar saat menjumpai mahasiswa mengatakan akan menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan malam tadi.

"Kita akan segera menindak lanjuti atas, laporan mahasiswa untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin. Jika terbukti dia melakukan penghinaan atau mengeluarkan kata- kata kotor akan kami berikan sanksi tegas,” kata Anwar.

Anwar menyebutkan hingga saat ini pihaknya belum bisa bertemu langsung dengan mahasiswa yang bersangkutan yang diduga melakukan penghinaan itu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman tiba di lokasi pemblokiran sekitar pukul 12.30 WIB untuk meredam amarah mahasiswa. Dia berahrap mahasiswa yang memblokir pintu utama tidak melanggar ketertiban umum serta mengganggu mahasiswa lain yang ingin belajar.

"Demontrasi silakan saja, asal jangan mengganggu ketertiban umum. Apa lagi sampai mengganggu teman yang mau mengikuti kuliah,” kata Hendri. Setelah bernegosiasi, mahasiswa akhirnya bersedia membuka pintu tersebut.

Komentar

Loading...