Unduh Aplikasi

Gapensi Aceh Selatan Desak KPA Putuskan Kontrak ProyeK Rumah Sakit Regional

Gapensi Aceh Selatan Desak KPA Putuskan Kontrak ProyeK Rumah Sakit Regional
Ketua Gapensi Aceh Selatan T Mudasir. Foto: Ist

BANDA ACEH - Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Kabupaten Aceh Selatan, T Mudasir mendesak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga Direktur RSUD Yulidin Away, Tapaktuan, untuk memutuskan kontrak proyek pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional (DAK).

Proyek itu dikerjakan oleh PT Araz Mulia Mandiri dengan total anggaran Rp 38,9 miliar. Namun perusahaan itu telah diberikan sanksi daftar hitam oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), dan juga sudah dipublis di website Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Saya desak KPA RS Yulidin Away untuk mengambil sikap memutuskan kontrak dengan perusahaan Araz Mulia Mandiri itu," kata Teuku Mudasir kepada AJNN, Rabu (25/10).

Baca: KPA Didesak Putuskan Kontrak Proyek Rumah Sakit Regional di Aceh Selatan

Sebelumnya, kata Mudasir, KPA Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin dikabarkan juga sudah memutus kontrak dengan PT Araz Mulia Mandiri atas pembangunan proyek gedung oncology center rumah sakit tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh juga membatalkan pemenang tender proyek pembangunan Jalan Babah Rot - Bts. Gayo Lues (Segmen 1), yang dimenangkan oleh PT Araz Mulia Mandiri.

"Sekarang tinggal di Aceh Selatan, ini bisa dibawa ke ranah hukum kalau memang KPA tidak memutuskan kontrak proyek itu," ujarnya.Dalam aturan, kata Mudasir, dijelaskan setiap perusahaan daftar hitam tidak boleh mengerjakan proyek apapun sebelum sanksi daftar hitam habis.

"Sekarang KPA tunggu apa lagi, duduk bersama dan selanjutnya ambil keputusan untuk memutuskan kontrak. Saya akan kawal proyek ini, apakah akan dilanjutkan atau tidak," tegas Mudasir yang juga Ketua Partai Golkar Aceh Selatan itu.

Komentar

Loading...