Unduh Aplikasi

Ganti Untung, Bukan Buntung

Ganti Untung, Bukan Buntung
ilustrasi

DI atas kertas, rencana pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tampur akan memberikan banyak keuntungan. Keberadaannya akan menjadikan Aceh sebagai daerah surplus energi. Dengan demikian, daerah akan mendapatkan banyak keuntungan.

Selain dapat menjual energi yang dihasilkan dari aliran sungai itu, Aceh juga bakal dapat menjual listrik ke daerah lain. PT Kamirzu, pelaksana proyek, juga berencana membangun dan meningkatkan jalan akses ke lokasi proyek dari Simpang Melidi-DAM sepanjang 13,95 kilometer, jalan akses Simpang Melidi-Babo sepanjang 27,14 kilometer, ruas Babo-Pulau Tiga sepanjang 11,08 kilometer serta jalan Pulau Tiga-Simpang Semadam sepanjang 15,97 kilometer.

Meski demikian, pembangunannya bukan tanpa kerugian. Dan yang paling merasakannya adalah masyarakat yang mendiami kawasan yang akan ditenggelamkan itu; Desa Lesten. Mereka dipaksa pindah jika proyek ini benar-benar dilaksanakan. Tentu saja, pemerintah tak bisa menutup mata dengan kondisi ini.

Relokasi masyarakat desa itu harus benar-benar dilaksanakan dengan mempertimbangkan rasa keadilan. Pemerintah tak bisa berlaku seperti di zaman dulu, saat penggusuran dan perampasan hak masyarakat dilakukan semena-mena atas nama pembangunan. Mereka yang menentang perampasan dicap sebagai pemberontak atau orang yang anti-pembangunan.

Karena itu, pemerintah harus benar-benar menghitung untung dan rugi proyek ini berdasarkan banyak aspek dan tidak membiarkan proyek ini berjalan tanpa kajian yang matang, termasuk memastikan Analisis Dampak Lingkungan. Pemilik proyek harus mengantongi izin usaha, izin lingkungan dan izin pinjam kawasan. Apalagi, kawasan ini berada di kawasan lindung dan ekosistem Leuser.

Dampak terbesar dari penggusuran masyarakat adalah kehilangan tempat tinggal yang dihuni secara turun temurun. Penggusuran bahkan mengakibatkan masyarakat miskin menjadi lebih miskin lagi. Mereka cenderung bermasalah dalam mencukupi kebutuhan pangan dan pendapatan. Jangan sampai, untungnya hanya dirasakan oleh orang-orang di kota, tapi orang desa hanya dapat buntung.

Komentar

Loading...