Unduh Aplikasi

Ganti Rugi Lahan STAIN Dirundeng Meulaboh Terganjal Kasasi

Ganti Rugi Lahan STAIN Dirundeng Meulaboh Terganjal Kasasi
Pemilik lahan memblokir jalan menuju kampus STAIN Dirundeng Meulaboh dengan memasang baliho besar. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat siap melakukan ganti rugi lahan milik warga yang berada di lokasi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh.

Kesiapan tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Hukum, Setaris Daerah Kabupaten setempat, Mawardi. Akan tetapi karena saat ini sedang proses hukum lewat upaya kasasi yang dilakukan STAIN dan Kementerian Agama membuat proses ganti rugi belum dapat dilakukan.

Padahal, kata dia, pasca kalah hingga tingkat banding Pemkab tidak lagi melakukan kasasi, akan tetapi meski yang lakukan Kasasi hanya STAIN TDM dan Kemenag pihaknya tetap belum bisa melakukan ganti rugi.

Baca: Pemilik Lahan Kembali Blokir Jalan Menuju Kampus STAIN Dirundeng Meulaboh

"Bicara ganti rugi sebenarnya kita sudah siap bahkan sejak tahun 2014 lalu. Namun karena saat itu khawatir bermasalah dikemudian hari maka melakukan upaya hukum," kata Mawardi.

Mawardi mengatakan, langkah Pemkab setempat untuk melakukan ganti rugi telah dilakukan pasca adanya putusan yang tetap memenangkan pemilik lahan yakni Irwan Gunawan TU dan kawan-kawan.

Namun saat proses untuk ganti rugi hendak dilakukan STAIN TDM dan Kemenag melakuka upaya kasasi di Mahkamah Agung membuat mereka terpaksa menunggu hasil putusan disana.

"Jika nantinya putusan di sana inkrah maka kita langsung membentuk panitia, dan melakukan pengukuran serta perhitungan sesuai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak-red) susai aturan yang berlaku, karena tidak bisa dilakukan sembarangan untuk menghindari adanya korupsi dengan cara penggelembungan harga," ungkapnya.

Dijelaskannya, pada tahun 2014 lalu awalnya Pemkab setempat hendak melakukan ganti peunayah, karena status lahan saat itu tercatat atas nama Pemkab.

Akan tetapi, karena para pemilik lahan tidak mau ganti peunayah dan tetap meminta ganti rugi, maka disanalah para pemilik lahan melakukan upaya hukum terlebih dahulu sehingga saat dilakukan ganti rugi telah jelas dasarnya sesuai dengan kekuatan hukumnya.

Dikatakan Mawardi, jika nanti kasasi yang dilakukan STAIN TDM dan Kemenag diterima dan warga selaku pemilik lahan dinyatakan kalah maka pihaknya tetap akan melakukan ganti peunayah atas hak pengusahaan lahan yang telah dilakukan selama ini.

Komentar

Loading...