Unduh Aplikasi

Galian C Tanpa Izin Menjamur di Aceh Tamiang

Galian C Tanpa Izin Menjamur di Aceh Tamiang
Salah satu galian C yang ditemukan beroperasi tanpa izin di Kampung Seumentoh. Foto : For AJNN

ACEH TAMIANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Tamiang melakukan survei ke lapangan untuk melihat galian C ilegal di kabupaten itu, Kamis (9/1).

Hasilnya sebanyak sepuluh galian C tanpa izin (ilegal) ditemukan beroperasi di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Hasil survei lapangan, ada sepuluh galian C tanpa izin yang kami temukan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Sayed Mahdi yang dikonfirmasi AJNN, Jum'at (10/1).

Dikatakan Sayed Mahdi, sepuluh galian C tanpa izin tersebut terletak di Kampung Tanjung Seumentoh 3, di Kampung Alur Bemban 4, di Kampung Rantau Panjang 2 dan di Rantau Pane 1.

Salah satu galian C yang ditemukan beroperasi tanpa izin di Kampung Seumentoh. Foto : For AJNN

Terkait menjamurnya galian C tanpa izin tersebut, kata Sayed Mahdi, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akan segera melayangkan surat teguran kepada para pemiliknya guna meminta agar dibuat izin resmi.

Teguran perlu dilakukan supaya keberadaan galian C tidak terus merugikan daerah dari pendapatan pajak.

"Selain merugikan daerah dari pendapatan pajak, keberadaan galian C ilegal juga berdampak pada lingkungan," kata Sayed.

Salah satu galian C yang ditemukan beroperasi tanpa izin di Kampung Seumentoh. Foto : For AJNN

Menurut Sayed, salah satu penyebab menjamurnya galian C di daerah seperti di Aceh Tamiang terjadi karena pertambangan sekarang sudah menjadi wewenang provinsi.

"Sehingga untuk mengurus perizinan usaha kecil seperti galian C itu agak rumit karena harus ke provinsi, butuh waktu dan biaya yang lebih," ungkap Sayed Mahdi.

Komentar

Loading...