Unduh Aplikasi

Galian C Ilegal Marak di Aceh Barat, Dewan Sebut Karena Izin Dipersulit

Galian C Ilegal Marak di Aceh Barat, Dewan Sebut Karena Izin Dipersulit
Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ahmad Yani, mengkhawatirkan hadirnya tambang galian C ilegal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla. Menurutnya munculnya tambang galian c ilegal itu karena sulitnya masyarakat atau investor yang mengurus izin.

"Saat ini masyarakat di sepanjang sungai Krueng Sibak Woyla, yang merupakan dapil (daerah pemilihan) saya kesulitan mendapatkan bahan bangunan berupa pasir dan pasir batu. Dan harus pesan dari Nagan Raya dengan harga hingga Rp 500 ribu untuk satu truk, padahal harga normal hanya sekitar Rp 250 ribu," kata Ahmad Yani, Jumat (22/1).

Ketua Komisi IV itu mengatakan jika Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  Aceh mempersulit izin galian C, maka sama dengan memberi peluang dibukanya tambang illegal di daerah itu.

"Warga disana yang ingin membuka lokasi galian C sudah setahun lalu mengurus izin, tapi hingga saat ini belum keluar. Alasannya karena Balai Wilayah Sungai Sumatera I yang berkantor di Dinas Pengairan belum ada rekomendasi hasil surve. Jika memang masalahnya di BWS, maka mereka harus bertanggung jawab jika ada galian C ilegal kedepannya," sebut Ahmas Yani.

Ia menilai, sangat aneh dengan tidak keluarnya izin tersebut, padahal dulunya di wilayah itu ada beberapa titik galian C, seperti di Seumantok, dan Pasi Ara, Kecamatan Woyla, serta Peuleukong, Woyla Barat. Namun saat ini terpaksa tutup setelah tidak mendapatkan perpanjangan izin.

"Jadi kami harap segeralah Pemerintah Aceh melalui DPMST membantu kesulitan masyarakat. Karena dengan dibukanya galian C disini, harga menjadi murah, karena tidak lagi didatangkan dari Nagan Raya dan Meulaboh pasirnya," harap Yani.

Komentar

Loading...