Unduh Aplikasi

Gali Lobang Saat Sesak

Gali Lobang Saat Sesak
Ilustrasi: agronet

DI awal-awal masa pandemi corona, langkah pertama yang dilakukan Pemerintah Aceh adalah menutup perbatasan. Kendaraan yang boleh keluar masuk hanyalah angkutan yang membawa bahan kebutuhan pokok.

Langkah ini terbukti efektif. Tanpa perpindahan orang dari satu tempat ke tempat yang lain, di luar Aceh, penularan corona di Aceh lamban. Kurva mulai melonjak lagi setelah sejumlah warga dari kluster Temboro, Magetan, Jawa Timur, pulang ke Aceh. Penanganan terhadap warga dari kluster ini cukup baik sehingga tak ada penyebaran lebih luas lagi di Aceh.

Namun dalam sepekan terakhir, angka penderita corona kembali melonjak. Saat ini jumlahnya mencapai 75 orang. Ini adalah lonjakan paling tinggi dalam dua bulan terakhir dan cukup untuk membuat panik para pejabat di daerah ini.

Padahal di Aceh sempat tak ada penambahan kasus. Perekonomian di daerah mulai menggeliat dengan dibukanya kembali pasar-pasar dan pusat-pusat keramaian. Pergeseran penduduk dari satu daerah ke daerah lain di Aceh pun tak masalah karena memang tak ada wilayah yang benar-benar “merah”.

Di atas kertas, semua aturan yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatur lalu lintas keluar masuk orang dari satu wilayan ke wilayah lain terlihat indah. Namun pelaksanaan di lapangan jauh berbeda.

Orang yang ingin keluar dari perbatasan Aceh memang tak diperiksa. Pemeriksaan hanya difokuskan pada orang-orang yang akan masuk. Itupun dengan pemeriksaan seadanya. Dan ini harusnya jadi bahan evaluasi mendasar. 

Harusnya, mereka yang ingin meninggalkan Aceh tetap didata. Saat mereka ingin kembali lagi ke Aceh, mereka harus menjalani pemeriksaan, terutama menggunakan metode swab, untuk memastikan diri tak tertular corona di Sumatera Utara, terutama di Medan. Mereka juga harus menulis riwayat perjalanannya. 

Gugut tugas covid-19 juga harusnya menyadari bahwa surat pernyataan bebas corona itu bukan antibodi. Mereka, yang saat dites dinyatakan negatif, bisa saja tertular saat mampir di sebuah tempat dalam perjalanan dari Medan ke perbatasan di Aceh Tamiang atau pintu-pintu masuk lain di Aceh. Saat lolos dari pemeriksaan, mereka berpotensi menyebarkan corona ke orang-orang yang bersentuhan.

Pemerintah Aceh harus benar-benar serius mengantisipasi penyebaran corona di Aceh. Salah satunya adalah mempersiapkan tempat khusus bagi mereka yang dinyatakan mengidap corona saat diperiksa di perbatasan.

Anggaran untuk penanganan covid-19 juga harus dicairkan segera, terutama untuk menyiagakan para petugas medis di perbatasan. Semua ini harus dijaga kontinuitasnya. Jangan di situ mau berak di situ gali lobang.

Komentar

Loading...