Unduh Aplikasi

Gaji Tiga Koma

Gaji Tiga Koma
IlustrasI: african home

TUNTUTAN aktivis Aliansi Buruh Aceh harusnya dapat jadi pertimbangan Pemerintah Aceh untuk menaikkan upah minimum di provinsi ini. Mereka menuntut kenaikan sebesar Rp 300 ribu. Andai tuntutan ini dikabulkan, setiap bulan, seluruh pekerja di Aceh akan mendapatkan bayaran minimal sebesar Rp 3,5 juta.

Namun seperti tuntutan lain di negeri ini, Pemerintah Aceh sulit memenuhinya. Penyebabnya: saat berhadapan dengan keinginan masyarakat kecil, para pengambil kebijakan acapkali tak berdaya. Apalagi urusan upah harus dibicarakan secara mendetail dalam sebuah Dewan Pengupahan yang terdiri dari perwakilan serikat pekerja, pengusaha, pemerintah.

Pengusaha, dengan berbagai dalih, tentu keberatan dengan urusan ini. Para pengusaha dipastikan menolak kenaikan upah yang sangat berpengaruh terhadap keuntungan dan perputaran roda usaha. Biasanya, pemerintah akan lebih suka mendengarkan keluhan pengusaha ketimbang buruh.

Jadilah buruh semakin terjepit. Apalagi, pemerintah pusat mempreteli satu per satu subsidi dengan berbagai alasan. Dari tahun ke tahun, subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk rakyat dalam anggaran belanja negara semakin berkurang. Mulai dari listrik hingga kesehatan.

Di saat yang sama, perusahaan-perusahaan milik negara juga terus diperas untuk memberikan keuntungan. Tak heran jika para petinggi perusahaan milik negara bisa hidup mewah sementara masyarakat yang kelas menengah dan bawah terus terjepit.

Pemerintah Joko Widodo juga terus menurunkan daya tawar buruh. Banyaknya tenaga kerja asing yang masuk ke sektor-sektor yang seharusnya mempekerjakan pekerja lokal membuat angka pengangguran semakin tinggi. Hal ini menurunkan daya tawar buruh dan memaksa mereka untuk bekerja dengan upah apa adanya kalau ingin terus dipekerjakan.

Dari Aceh, gerakan buruh yang ada hendaknya terus berkonsolidasi dan tetap memperjuangkan hak-hak buruh di Aceh. Termasuk dengan mengawasi penerapan UMP saat ini dan mendorong dinas terkait untuk mengawasi dan memberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang tidak memenuhi standar gaji tersebut.

Dengan demikian, tak ada lagi satire saat seseorang menanyakan, “berapa gajimu?” Dijawab, “tiga koma.” “Tiga juta koma berapa?” “Bukan tiga juta. Maksudnya, tiga hari setelah gajian langsung koma-koma karena tak ada lagi gaji tersisa.”

iPustakaAceh

Komentar

Loading...