Unduh Aplikasi

Gadis Bireuen menghilang, diduga korban trafiking

BANDA ACEH - Rosmidar, seorang gadis berusia 17 tahun warga  Simpang Mamplam, Bireuen dikabarkan hilang sejak 17 Juni lalu dan belum diketahui keberadaannya hingga saat ini. Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun tidak ditindak lanjuti bahkan bukti lapor tak dikeluarkan.

"Kita sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Samalanga pada 24 Juni, namun saat kita jelaskan kronologis, polisi mengaku tidak tahu mau membuat lampiran yang bagaimana, menurut mereka kasus ini tidak ada indikasi pidana, karena tidak ada bukti dan saksi yang melihatnya," kata abang kandung korban, As'ari kepada sejumlah wartawan di Banda Aceh, Senin (13/10).

Dijelaskan As'ari, adiknya hilang pada 17 Juni 2014, saat itu  Rosmidar  minta izin  pergi ke pasar Ule Gle menggunakan ojek, dan  tak kembali hingga saat ini.

Sebulan setelah melaporkan  kasus kehilangan Rosmidar  ke Polsek Samalanga, keluarga korban kembali melaporkan kasus itu ke Polres Bireuen, namun pihak Polres setempat juga mengaku hal yang sama.

"Saat kami lapor ke Polres dan kami ceritakan kronologisnya, polisi di sana malah menyuruh kami menunggu saja dan korban pasti kembali dengan sendirinya karena dinilai kasus keluarga,"sebutnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Badan Hukum (LBH) Anak Aceh, Rudi Bastian mengatakan seharusnya polisi harus memproses kasus itu.

"Meski tidak ada saksi, mereka bisa mencari alibi-alibi yang mengarah ke sana, jangan ketika tak ada bukti dibiarkan  begitu saja," sebutnya.

Rudi menilai, kehilangan gadis kelahiran 1996 itu diduga kuat kaitannya dengan kasus trafiking karena sebelumnya di kawasan mereka tinggal pernah terjadi kasus trafiking.

NAZLA

Komentar

Loading...