Unduh Aplikasi

FUI Minta Pemda Tertibkan Bangunan Tenda Tempat Ibadah Nasrani

FUI Minta Pemda Tertibkan Bangunan Tenda Tempat Ibadah Nasrani
ACEH SINGKIL-Forum Umat Islam (FUI) Aceh Singkil meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menertibkan tenda-tenda yang dibangun umat Nasrani menjadi rumah ibadah menggantikan undung-undung yang telah ditertibkan untuk segera di bongkar.

Ketua FUI Aceh Singkil Tgk. Hambali Syah Sinaga menilai pendirian tenda-tenda yang jadikan tempat ibadah Nasrani itu melanggar kesepakatan yang telah dibuat, yakni tidak boleh lagi ada aktivitas peribadatan di lokasi undung-undung yang telah ditertibkan.

"Kami minta Pemda segera membongkar tenda - tenda itu sebelum perayaan natal, sebab itu melanggar kesepakatan, kami tidak larang mereka beribadah, tapi beribadalah di undung-undung atau gereja yang ada, jangan disitu," Kata Hambali Selasa (22/12) dalam konsolidasi dengan ulama di Ponpes Darul Mutaqin.

Hambali mengancam jika tidak dibongkar oleh Pemda maka FUI akan mengambil tindakan sendiri, sebab dikahwatirkan jika tenda-tenda itu tidak dibongkar akan menimbulkan persepsi negatif kepada umat Islam, seolah-olah umat islam tidak toleran kepada umat Nasrani.

"Jangan nanti kita umat Islam yang tuding tidak toleran, kami sangat toleran, kami pastikan perayaan natal berlangsung aman, bahkan kami siap menjaganya tidak perlu aparat yang menjaga, tapi kalau mereka beribadah di tenda, itu yang kami tolak," ujarnya.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Linmas Aceh Singkil H. Suwan yang dimintai tanggapannya terkait tuntutan FUI itu mengaku telah meminta kepada pemuka agama Nasrani untuk membongkar tenda-tenda yang didirikan sebagai tempat ibadah tersebut.

"Kami kemarin sudah sampaikan kepada mereka untuk membongkarnya, paling lambat tanggal 24 Desember ini. Jika tidak, kita yang akan membongkar, kita sudah komitmen," kata Suwan yang dihubungi via selulernya.

Suwan mengaku pihaknya hari ini akan kembali menggelar rapat terkait tenda-tenda yang dibangun di bekas undung-undung yang dibongkar beberapa waktu lalu.
HUT Pijay

Komentar

Loading...