Unduh Aplikasi

PERINGATAN 12 TAHUN TSUNAMI

Fransiska: Warga Aceh Barat Sangat Toleran

Fransiska: Warga Aceh Barat Sangat Toleran
Warga keturunan Cina ketika berziarah ke makam massal gempa dan tsunami di Desa Suak Indrapuri. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Ratusan warga Aceh Barat menjiarahi makam massal korban gempa dan tsunami di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Semua warga membaur. Termasuk warga keturunan Cina yang berdoa sesuai kepercayaan mereka.

“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Aceh Barat yang sepenuhnya merupakan warga muslim, karena mengizinkan kami melakukan ritual sesuai dengan agama kepercayaan kami,” kata Fransiska, kepada wartawan usai berziarah, Senin (26/12).

Menurut Fransiska, warga Aceh Barat sangat toleran dengan agama nonmuslim sehingga membuat daerah tersebut selalu dalam kondisi aman dan nyaman.

Dirinya tidak menyangka jika masyarakat muslim di Aceh Barat mengizinkan mereka yang beragama Konghucu itu untuk melakukan ritual sesuai dengan agama mereka saat melakukan ziarah di makam massal korban tsunami yang dibangun sesuai dengan keyakinan muslim di daerah itu.

“Dulu awal-awal saat ziarah makam kami tidak berani melakukan ritual, seperti bakar dupa, dan lainnya melainkan hanya doa dalam hati saja. Tapi saat kami meminta izin, warga desa di sini mengizinkan dan tidak mempermasalahkan dan ini merupakan toleransi dan saling menghargai meski berbeda,” ujarnya.

Fransiska mengatakan ziarah kubur ini dilakukan setiap tahun, baik di Desa Suak Indrapuri, maupun di Desa Beureugang dan Kecamatan Kaway XVI. Menurut Fransiska yang menjadi korban dalam peristiwa tsunami 12 tahun silam itu adalah keluarga dari ibunya.

Komentar

Loading...