Unduh Aplikasi

Fraksi Partai Aceh Sebut Penggugat UUPA Pengkhianat Rakyat Aceh

Fraksi Partai Aceh Sebut Penggugat UUPA Pengkhianat Rakyat Aceh
Kautsar, Foto:Nazar Ahadi
BANDA ACEH-Ketua Fraksi Partai Aceh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Kautsar M.Yus menyebutkan penggugat Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) ke Mahkamah Konstitusi  pengkhianat rakyat Aceh.

Ia menilai UUPA merupakan sesuatu yang menjadi kepentingan masyarakat Aceh, dengan menggugat berarti mengkhianati apa yang diinginkan masyarakat Aceh.

"Kalau kita lihat bagaimana UUPA itu dilahirkan dan diperjuangkan oleh masyarakat Aceh, saya pikir ketika kita muncul kesana lantas melakukan gugatan yang mana isi gugatannya adalah untuk mengkebiri kewenangan yang dimiliki masyarakat Aceh," katanya saat konferensi pers Fraksi Partai Aceh di Banda Aceh.

Harusnya kata Kautsar,kewenangan yang dimiliki Pemerintah Aceh saat ini diperbesar, tapi para penggugat malah sebaliknya, memperkecil kewenangan Aceh yang telah ada.

"Ini apa namanya kalau bukan pengkhianat masyarakat Aceh,"katanya.

Kautsar menambahkan, siapapun yang marah dengan gubernur atau partai yang dominan saat ini yaitu Partai Aceh, tapi kemarahan itu tidak lantas dikreasikan dengan pengebirian terhadap kewenangan yang telah dimiliki Aceh.

"Jadi Jangan bakar rumah, gubernur boleh siapa saja, setahun lagi sudah ganti, belum tentu juga dari PA yang jadi Gubernur Aceh ke depan, tapi siapapun yang menjadi gubernur kedepan adalah gubernur rakyat Aceh. dan keinginan rakyat Aceh adalah kewenangan Aceh,"katanya.

Untuk ketahui, pengujian UUPA ini dimohonkan oleh Yudhistira Maulana (Pemohon I), Fachrurrazi (Pemohon II), Rifa Cinnitya SH (Pemohon III) dan Hamdani (Pemohon IV).

Mereka merasa dirugikan dengan ketentuan Pasal 205 ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) UU Pemerintahan Aceh. Pasal 205 ayat (1) berbunyi: “Pengangkatan Kepala Kepolisian Aceh dilakukan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan persetujuan Gubernur”. (Baca :Sidang Gugatan UUPA di MK Ditunda).

NAZAR AHADI

 

Komentar

Loading...