Unduh Aplikasi

Fraksi Golkar: Kami Tidak Pernah Mendesak Sarkawi Mundur dari Bupati Bener Meriah

Fraksi Golkar: Kami Tidak Pernah Mendesak Sarkawi Mundur dari Bupati Bener Meriah
Surat Fraksi Golongan Karya, nomor 02/F-GOLKAR/V tanggal 26 Mei 2020, perihal tindak lanjut pernyataan pengunduran diri Bupati Bener Meriah. Foto: Dok AJNN

BENER MERIAH - Fraksi Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah mengaku tidak pernah meminta dan mendesak Tgk Sarkawi untuk mundur dari jabatan Bupati Bener Meriah.

Ketua Fraksi Golkar, Darwinsyah kepada AJNN, Kamis (28/5) menyebut kalau DPRK secara kelembagaan dan Fraksi Golkar secara kepartaian tidak punya keinginan itu.

"Kami tidak pernah mendesak dan tidak pernah terbersit sedikitpun untuk meminta saudara Tgk H Sarkawi mengundur diri dari posisi Bupati Bener Meriah," ujar Darwin.

Fraksi Golkar dan fraksi lainnya hanya tidak ingin ucapan bupati untuk mengundurkan diri menjadi polemik di masyarakat. Untuk itu, pihaknya hanya meminta klarifikasi dari Sarkawi.

Darwin juga mengatakan kalau surat yang mereka kirimkan Ketua DPRK tersebut hanya untuk memenuhi keinginan Sarkawi dan desakan masyarakat agar pengunduran diri yang bersangkutan disampaikan secara resmi melalui surat.

"Harus dipahami, disamping Sarkawi sebagai sebagai umara (Pemimpin pemerintahan) Sarkawi juga melekat predikat ulama besar di Bener Meriah," ujar Darwin.

Darwin juga menekankan bahwa pihaknya tidak ingin mempermalukan Sarkawi dengan pernyataannya beberapa waktu lalu. Fraksi Golkar juga tidak masalah Sarkawi jadi mundur atau tidak, karena hal itu bukan kapasitas pihaknya.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Bener Meriah tersebut juga menyebutkan kalau proses pengajuan surat pengunduran diri Sarkawi juga membutuhkan proses yang sangat lama. Usai Bupati mengajukan ke DPRK mengajukan ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Aceh, proses ini tidak mungkin semerta merta disetujui.

Baca: Benang Merah Pertemuan Mohd Saleh dengan Sarkawi atas Surat Desakan Mundur Dua Fraksi

"Saya beranggapan Sarkawi akan menjadi bupati sampai akhir masa jabatan," ujarnya.

Selain itu, Darwin juga mengatakan bahwa tidak gampang memperoleh izin mengundurkan diri dari Mendagri. Apalagi dengan situasi hari ini.

Kondisi sekarang, menurut Darwin, Bener Meriah tidak punya wakil, selain itu kabupaten pecahan dari Aceh Tengah ini juga sedang menghadapi wabah Covid-19.

"Jadi saya mohon kepada AJNN untuk memuat klarifikasi kami, bahwa Golkar sebagai partai pengusung dan pilar koalisi yang dibentuk bupati terpilih tidak menginginkan saudara Sarkawi mundur," kata Darwin dengan nada tegas.

Saat ini Fraksi Golkar memiliki 8 kursi di DPRK Bener Meriah, 5 Golkar, 2 NasDem dan 1 Partai Aceh.

Sebelumnya, Ketua DPRK Bener Meriah, Mohd Saleh sudah melayangkan surat kepada Bupati Bener Meriah. Surat bernomor 170/82 itu, berisi perihal pengunduran diri dari jabatan Bupati Bener Meriah.

Dalam surat itu termuat Surat Fraksi Golongan Karya, nomor 02/F-GOLKAR/V tanggal 26 Mei 2020, perihal tindak lanjut pernyataan pengunduran diri Bupati Bener Meriah.

Lalu, Surat Fraksi Gabungan Gerakan Nurani Nasional (FG-GNN) DPRK Bener Meriah nomor 02/FG-GNN/V tanggal 25 Mei 2020, terkait perihal tindak lanjut pernyataan pengunduran diri Bupati Bener Meriah. Surat DPRK ke Bupati Bener Meriah.

Selain itu, ada juga surat desakan dan klarifikasi permintaan pernyataan pengunduran diri dari Fraksi PKB DPRK Bener Meriah, dengan nomor surat 02/F-PKB/V/2020.

Komentar

Loading...