Unduh Aplikasi

FPI: Segera Proses Pejabat Mesum Nagan Raya

FPI: Segera Proses Pejabat Mesum Nagan Raya
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Nagan Raya Neldi Isnayanto
BANDA ACEH - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Nagan Raya Neldi Isnayanto, mendesak Wilayatul Hisbah (WH) Aceh segera melakukan proses hukum terkait kasus dugaan mesum yang dilakukan pasangan pejabat pemkab Nagan Raya berinisial MM dan SB.

Menurut Neldi, WH Aceh harus menjelaskan kepada publik sejauh mana sudah proses hukum kasus tersebut. Hal itu penting dilakukan mengingat kasus itu sudah ditangani WH Aceh sejak Agustus lalu.

"Kalau memang pelaku dibebaskan dari hukuman, ya dibebaskan. Kalau tidak, harus ditindaklanjuti sesegera mungkin, jangan berlarut larut," ujar Neldi Isnayanto kepada AJNN di Banda Aceh (08\10).

Menurutnya, selama ini kasus tersebut terkesan ditutup-tutupi oleh WH.

"Jika ini tidak ditindak lanjuti oleh WH, akan terkesan  bahwa WH Aceh pandang bulu dalam melakukan penindakan," tegas Neldi seraya mengatakan akan terus mengawal kasus tersebut sampai ke pengadilan.

Sebagaimana diketahui, MM (46) merupakan Kepala Bidang (Kabid) Aset DPPKAD Nagan Raya, sementara wanita pasangannya berinisial SB (48) sebagai Bendahara di Dinas DPKKD Kabupaten Nagan Raya.

Pasangan non muhrim itu digerebek sejumlah warga di sebuah rumah di kawasan Lam Ujong Meunasah Manyang, Kecamatan Krueng BaronaJaya, Aceh Besar, Rabu dini hari 05 Agustus 2015. Saat ditangkap keduanya diduga tengah melakukan perbuatan mesum.

Sementara itu, Kasie Penyidikan dan Penindakan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh, Marzuki yang dikonfirmasi AJNN via telepon, mengatakan kasus tersebut sedang ditangani pihaknya dan kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini, lanjutnya, WH Aceh sedang menunggu hasil pemanggilan saksi tahap kedua.

"Tidak ada yang ditutupi, kasus tersebut sedang kita lakukan pemanggilan saksi tahap kedua, kita tunggu pemanggilan tahap ketiga, jika saksinya tidak datang kita akan melakukan pemaksaan, sekali lagi tidak ada yang ditutupi," kata Marzuki.

| HENDRA KA

Komentar

Loading...