Unduh Aplikasi

FPI Bantah Tudingan Buat Kericuhan di Masjid Al-Izzah

FPI Bantah Tudingan Buat Kericuhan di Masjid Al-Izzah
Kericuhan menjelang Salat Jumat di Mesjid Al-Izzah Krueng Mane.
ACEH UTARA – Front Pembela Islam (FPI) Aceh membantah atas tudingan terhadap pihaknya yang memicu kericuhan menjelang Salat Jumat di Mesjid Al-Izzah Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara pada Jumat, (20/5). Hal tersebut disampaikan Tgk Muslim A Thahiry selaku ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh, saat dikonfirmasi AJNN, Minggu (22/5).

“Berita yang beredar di media sosial yang menuduh kami membuat kericuhan adalah bohong. FPI hadir ke Masjid Al-Izzah adalah memenuhi undangan ulama dan tokoh Kecamatan Muara Batu,” ujar Muslim.

Baca: Shalat Jumat di Masjid Al-Izzah Aceh Utara Ricuh

Menurut Muslim, masyarakat sejak lama memperjuangkan agar Masjid Baitul Izzah dapat kembali ke tangan Ahlussunah Waljamaah, karena sudah dikuasai paham wahabi.

“Makanya kami datang penuhi undangan, karena masjid besar Al-Izzah sudah ditetapkan bupati sebagai masjid kecamatan kembali dan merujuk ke pemahaman Ahlussunnah,” tambahnya.

Sebelumnya, sambung Ketua FPI, dirinya dan rombongan datang ke masjid sekitar pukul 11.00 WIB. Saat selesai wudhuk, dia mendengar kumandang azan cuma sekali dan khatib langsung naik ke mimbar. Melihat hal tersebut, Tgk. Muslim kemudian memutuskan untuk salat di Mesjid Geureugok, Bireuen.

“Saya baru tahu ada keributan setelah selesai salat di Geureugok. Saya dengar ada santri yang memberi tongkat ke khatib sesuai hasil muzakarah ulama beberapa waktu lalu. Tapi kemudian ada pemuda yang menghalangi santri tersebut, disitulah kemudian terjadi kericuhan. Bahkan beberapa laskar FPI yang di masjid tersebut juga sempat melerai agar tidak terjadi kerusuhan,” pungkas Muslim.
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...