Unduh Aplikasi

OKNUM PIMPINAN DAYAH DAN GURU NGAJI DITANGKAP

FPI Aceh: Masyarakat Jangan Ragu dengan Pendidikan Dayah

FPI Aceh: Masyarakat Jangan Ragu dengan Pendidikan Dayah
Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Front Pembela Islam (FPI) mengaku sangat terpukul dengan kasus oknum pimpinan dayah berinisial AI (45), dan oknum guru ngaji MY (26), yang terlibat perkara pelecehan seksual terhadap 15 orang santri di lembaga pendidikan tersebut.

“Kami atas nama FPI Aceh sangat terpukul dengan musibah besar yang menimpa salah seorang pimpinan dan guru lembaga tahfidz di Kota Lhoksemawe. Karena apapun ceritanya, ini menjadi efek negatif bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan pesantren dan juga efek negatif bagi tokoh agama,” kata Ketua FPI Aceh, Tuengku Muslim At-Thahiri, Sabtu (13/7).

Untuk itu, pihaknya mengajak semua pihak sama-sama menjaga dunia pendidikan khususnya pendidikan dayah. Pasalnya apabila pendidikan dayah sudah hancur, dimana lagi harapan yang bisa ditaruhkan untuk mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan beraqidah ahlussunnah wal jamaah.

“Kita sadari atau tidak Islam masih bertahan sampai sekarang di serambi makkah itu tak terlepas dari berkat dayah dan dengan kerja keras ulama yang ikhlas, kita tak bisa bayangkan bila dayah atau pesantren di Aceh tidak ada, mungkin Aceh udah hancur di segala bidang,” ungkapnya.

Menurutnya wajib bagi semua ummat Islam menjaga nama baik dayah/pesantren dan juga wajib menyelamatkannya dari upaya musuh Allah untuk menghancurkan Islam dengan menghancurkan pendidikan Islam, mereka telah berhasil menghancurkan banyak kampus dengan faham liberal dan sikuler.

“Mereka telah berhasil menjadikan banyak lembaga pendidikan sebagai dunia bisnis bagi orang tertentu. Mudah mudahan musuh kita tidak berhasil menghancurkan dunia dayah/pesantren dengan berbagai strategi mereka,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan jangan gara-gara ada oknum yang bejat, serangan diarahkan kepada dunia dayah, cemoohan dialamatkan kepada dunia dayah, karena apapun intansi pasti ada oknum, kata orang tua jangan gara-gara tikus di lumbung, lumbung dibakar, tapi singkirkan tikusnya dan selamatkan lumbungnya.

“Kami ajak kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Aceh, untuk tidak ragu kepada dunia dayah, sambil tetap berdoa agar Allah selamatkan dayah dari berbagai tipu dayah baik dari iblis kalangan jin atau kalangan manusia," ujarnya.

Tengku Muslim juga berharap kepada pemerintah untuk menjaga dunia dayah dengan menjaga wibawa ulama dan wibawa guru guru dayah.

"Karena tgk dayah juga manusia, lama-lama menjadi sibuk dan sehingga ada satu dua yang tak tahan godaan uang, maka kalau uang sudah jadi tuan, hancurlah dunia ini,” katanya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...