Unduh Aplikasi

Foto Presiden dan Wapres Dicetak Pakai Kertas Spanduk, YARA: Pimpinan DPRA Harus Tegas

Foto Presiden dan Wapres Dicetak Pakai Kertas Spanduk, YARA: Pimpinan DPRA Harus Tegas
Poster Presiden dan Wapres yang dicetak pakai kertas spanduk. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) harus mengambil sikap tegas terhadap Sekretariat DPRA terkait foto pajangan Presiden dan Wakil Presiden yang dicetak menggunakan kain spanduk.

Sekretaris YARA, Fakrurrazi sangat menyayangkan ketika foto pajangan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin di lembaga DPRA dicetak menggunakan kertas atau kain spanduk. Padahal secara aturan sudah jelas harus memakai kertas apa sesuai surat dari Kementerian Sekretariat Negara.

"Pimpinan dewan harus memanggil sekretariat, karena ini tekait simbol negera. Mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan tersebut," kata Fakrurrazi kepada AJNN, Selasa (29/10).

Fakrurrazi menilai, klarifikasi pihak Sekretariat DPRA yang menyatakan foto yang telah dicetak tersebut sebagai contoh sangat aneh, mengingat surat edaran Kementerian Sekretariat Negera sudah dikeluarkan sejak 15 Oktober 2019 lalu.

"Kalau itu sebagai contoh, menurut kami juga aneh, karena surat edaran dikeluarkan pada tanggal 15 Oktober," ujarnya.

Baca: Penjelasan Sekretariat DPRA Soal Foto Presiden dan Wapres Dinilai Tak Masuk Akal

Seharusnya, kata Fakrur, setingkat lembaga DPRA sudah mengetahui aturan mengenai foto pajangan tersebut. Kalaupun tidak mendapatkan surat edaran, maka wajib mencari tahu, bukan mencetak sesukanya.

"Ini di lembaga negera, bukan lembaga abal-abal. Harusnya sudah mengetahui mekanisme foto pajangan Presiden dan Wakil Presiden. Tidak sembarangan mencetak pakai cetak spanduk," tuturnya.

Fakrur menuturkan, masih untung sebenarnya kejadian itu diketahui awak media sebelum terpasang. Sehingga akhirnya ada klarifikasi langsung dari pihak Sekretariat DPRA.

"Untung teman-teman media mengetahui, sehingga Sekretariat Dewan melakukan klarifikasi," tandas Fakrurrazi.

Dirinya berharap, kedepan pihak Sekretariat harus lebih memahami persoalan ini, sehingga hal-hal seperti ini tidak terulang kembali.

Komentar

Loading...