Unduh Aplikasi

Foto Pajangan Presiden dan Wapres di DPRA Dicetak Pakai Kertas Spanduk

Foto Pajangan Presiden dan Wapres di DPRA Dicetak Pakai Kertas Spanduk
Poster Presiden dan Wapres yang dicetak pakai kertas spanduk. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk pajangan ke setiap ruangan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terlihat dicetak menggunakan kertas spanduk, bukan kertas foto atau kertas standar lainnya untuk sebuah poster.

Pantauan AJNN, beberapa orang di ruangan Badan Anggaran (Banggar) DPRA sedang memotong dan memasukkan foto tersebut ke dalam bingkai. Sejauh amatan hingga siang tadi sekitar pukul 12.30 WIB, memang belum terlihat terpasang di dinding. Tapi, beberapa foto diantaranya sudah dimasukkan dalam bingkai foto.

Terkait hal itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) Suhaimi yang dikonfirmasi wartawan ke ruang kerjanya mengaku tidak mengetahui masalah poster Presiden tersebut dicetak, karena belum ada konfirmasi kepada dirinya.

Suhaimi mengaku tidak bisa menyampaikan keterangan apapun mengenai hal tersebut. Lalu, ia langsung menghubungi Kasubag terkait untuk memberikan penjelasan kenapa bisa seperti itu.

"Itu tidak bisa saya jelasin, saya tanya dulu sama Kasubag nya, itu teknis kali kan," ucap Suhaimi usai melihat gambar dan video yang ditunjukkan wartawan, Kamis (24/10).

Tak lama kemudian, Kasubag Perlengkapan, Safrizal menemui awak media yang sedang berada di ruang kerja Sekwan, dan menjelaskan perihal poster tersebut.

Poster Presiden Jokowi sebelumnya yang dicetak pakai kertas standarnya (kiri), dan foto yang yang dicetak pakai kertas spanduk (kanan). Foto: AJNN.Net/Rahmat fajri

Safrizal menyampaikan, dirinya akan mengecek kembali kenapa bisa seperti itu. Menurutnya, tidak mungkin foto Presiden dan Wapres di DPRA memakai bahan kertas spanduk seperti itu.

"Saya cek lagi kenapa seperti itu, tidak mungkin kita pakai bahan seperti itu untuk simbol negara ngak mungkin dan tidak pernah, ada standarnya lah. Itu tidak dipakai," ujarnya.

Safrizal menegaskan, untuk poster tetap menggunakan kertas foto atau kertas nya. Bahkan dirinya mengaku telah memesannya ke tempat studio.

"Tetap kertas foto dipakai, atau kertas standarnya. Sudah dipesan, cuma belum siapkan. Kami tidak bisa cetak distudiokan," tutur Safrizal.

Menurut Safrizal, persoalan tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi sehingga menimbulkan kesalahan seperti itu. Kemungkinan ada yang tidak memahaminya, dan tidak melakukan konfrimasi terlebih dahulu.

"Mungkin ada miskomunikasi, tapi saya cek lagi lah nanti ya, kok bisa gitukan, itu mungkin ada kesalahan, karena ada yang tidak mengerti mungkin atau bagaimana. Tapi biasanya sebelum itu tetap dikonfirmasi lah ke kita," ujarnya.

Komentar

Loading...