Unduh Aplikasi

Foto 15 Nelayan Aceh Yang Ditahan di Kantor Polisi Kawthaung Myanmar

Foto 15 Nelayan Aceh Yang Ditahan di Kantor Polisi Kawthaung Myanmar
Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

BANDA ACEH - Sebanyak 16 nelayan Aceh ditangkap di Myaanmar pada Selasa (06/11) atas tuduhan melakukan illegal fishing di wilayah perairan Myanmar.

Hingga saat ini pemerintah masih terus berupaya memulangkan 15 Nelayan Aceh yang kini ditahan di penjara Kawthoung yang ada di bawah Otoritas Kementerian Dalam Negeri Myanmar

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

Kronologi penangkan kapal Bintang Jasa yang ditumpangi 16 nelayan asal Aceh Timur tersebut berawal pada hari Selasa (6/11) sekira pukul 23.10 PM, kapal patroli AL Myanmar menemukan kapal nelayan Bintang Jasa di perairan dekat Than Island, titik koordinat North latitude 09° 56,6 minutes, east longitude 97°, 05,1 minutes. Berjarak sekitar 54 miles dari Pulau tersebut.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

Saat didatangi kapal patroli AL Myanmar para nelayan melompat ke laut. Sekira pukul 23.55 PM, dari 16 orang nelayan yang melompat ke laut, 15 orang berhasil diselamatkan sedangkan 1 orang meninggal dunia akibat tenggelam. Dua diantara 16 nelayan itu masih dibawah umur yakni Faturahman (15) dan Muhammad Akbar (15).

Selanjutnya pada Rabu (7/11) pagi hari para nelayan dibawa ke markas AL Myanmar di Kawthaung. Selanjutnya pada pukul 15.00 PM mereka dipindahkan ke kantor polisi Kawthaung. Pada Jumat (9/11) para nelayan itu dipindahkan ke Penjara Kawthaung yang ada di bawah Otoritas Kementerian Dalam Negeri Myanmar.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

Selanjutna KBRI Yangon menugaskan PF. Protkons beserta 2 lokal staf untuk berkoordinasi dan bertemu secara langsung dengan para nelayan asal Aceh yang ditahan tersebut, namun mengalami kesulitan karena belum ada persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri Myanmar.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

Karena sulitnya birokrasi di Myanmar, KBRI Yangon melaksanakan koordinasi dengan Dir Astara meminta agar Kedutaan Myanmar di Jakarta menjembatani komunikasi dgn Otoritas Kawthoung, Myanmar.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

Sampai dengan saat ini PF. Protkons KBRI Yangon beserta 2 orang lokal staf masih berada di Kawthoung serta mengupayakan agar bisa bertemu secara langsung dengan para nelayan WNI yg ditahan tsb.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

Berikut nama-nama para nelayan asal Aceh yang didapat dari internal source yang bisa dipercaya karena sampai saat ini Otoritas Myanmar sendiri belum bersedia memberikan informasi dimaksud kepada PF. Protkons KBRI Yangon, meliputi:

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

1. Jamaludin, 36 tahun. Nama ayah: Abu Bakar. Asal: Kelana, Kolekti *Kapten Kapal/Tekong*

2. Samidan, 41 tahun. Nama ayah: Abdullah. Asal: Bukit Langan,Kolekti.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

3. Amat Dani,23 tahun. Nama ayah: Usman Putin. Asal: Pinyari

4. Rukni, 43 tahun. Nama ayah : Nuruna. Asal : Idi Tjut Baru, Kolekti

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

5. Ek Amni (Efendi?), 28 tahun. Nama ayah : Annabiya. Asal : Pinyari.

6. Umar Saputra, 23 tahun. Nama ayah : Ramalis. Asal : Pinyari, Kolekti.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

7. Jamaludin Amno, 37 tahun. Nama ayah : Amno. Asal : Tali Panang.

8. Nazarudin, 33 tahun. Nama ayah : Abdullah. Asal : Matang Laut Idi

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

9. Safri (Safrizal?), 38 tahun. Nama ayah : Rusli. Asal : Tano Ano, Idi.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

10. Darapan (Darman?), 30 tahun. Nama ayah : Muhammad. Asal : Idi Tjut.

11. Muhammad Yais (Aris?), 20 tahun. Nama ayah : Nurudin. Asal : Tano Ano, Idi

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

12. Muhammad Akbar, 15 tahun. Nama ayah : Noerudin. Asal: Pinyari, Kolekti

13. Sabudin (Saipudin?), 33 tahun. Nama ayah : Usman. Asal : Tano Ano, Idi.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

14. Faturahman (Paiturrahman?), 15 tahun. Nama ayah : Nurudin. Asal: Tanjung Ara Pentang.

Nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar

15. Sulaiman, 25 tahun. Nama ayah : Oarudin. Asal: Sungai Rah

Komentar

Loading...