Unduh Aplikasi

DUA TAHUN DINILAI GAGAL MEMIMPIN

Forum Persaudaraan Keuchik Aceh Barat Minta Ramli MS-Banta Mundur

Forum Persaudaraan Keuchik Aceh Barat Minta Ramli MS-Banta Mundur
Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Ramli MS-Banta Puteh Syam saat dilantik oleh Irwandi Yusuf. Foto: acehbaratkab.go.id

ACEH BARAT - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Ramli MS-Banta Puteh Syam diminta mudur dari jabatannya oleh Ketua Forum Persaudaraan Keuchik Kabupaten Aceh Barat, Sofyan Sauri.

Pasalnya, ia menilai pasangan yang membawa jargon RATA itu gagal dalam membawa arah kabupaten itu menjadi lebih baik. Pasangan itu hanya melakukan pencitraan tanpa ada hasil yang sesuai dengan visi misi serta yang dijanjikan pada masa kampanye kepada masyarakat.

Menyoroti bidang pemerintahan, Sofyan berpendapat saat ini dalam tata kelola pemerintahan terlihat amburadul, diantarannya hampir saban hari ada mutasi yang dilakukan sehingga mempengaruhi kinerja pemerintah.

"Di bidang pemerintah, bupati tidak bisa mengelola pemerintah dengan baik. Terbukti guru jadi camat, perawat ditempatkan di Sekretariat DPRK," kata Sofyan Sauri, melalui rilisnya kepada AJNN, Kamis (10/10).

Anehnya lagi, kebijakan yang tidak masuk akal ketika pagi baru saja dilantik, besoknya sebagian dari yang telah dilantik dibatalkan jabatannya. Bahkan dalam mutasi ada juga yang rangkap jabatan dan terpaksa dibatalkan.

"Melihat kondisi mutasi seperti itu, saya mencurigai adanya indikasi jual beli jabatan," ujarnya.

Kemudian dibidang pembangunan juga jalan di tempat, akibatnya saat ini banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan lantaran lambannya pembangunan yang dilakukan, padahal kalau ini digenjot, maka akan membuka lapangan kerja.

Sofyan ikut menyorot program 15 juta per KK (kepala keluarga) yang dialokasikan melalui dana desa, melalui peraturan bupati. Menurutnya bantuan 15 juta per KK sebagai modal usaha hingga saat ini tidak terlihat realisasinya.

"Yang ada malah bupati mengintimidasi kepala desa supaya menggarkan uang modal usaha di desa lewat perbup itu," ungkapnya.

Baca: Yara Nilai Dua Tahun Kepemimpinan Ramli MS-Banta: Yang Sudah Baik Malah Buruk

Sofyan menyebutkan, peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat dana desa seperti yang disebutkan bupati hanya ikut mendompleng nama saja, lantaran kegiatan dana desa memang sudah menjadi kebijakan pusat dan dianggarkan oleh pemerintah pusat.

"Siapa pun yang menjadi pimpinan daerah, dana desa memang akan selalu ada karena program itu merupakan program pemerintah pusat," jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyesalkan turunnya kelas Rumah Sakit Umun Cut Nyak Dhien (RSUCND) Meulaboh dari tipe B ke Tipe C, yang berdampak besar bagi operasional rumah sakit itu.

"Akibatnya sekarang kan terjadi PHK di rumah sakit itu sebanyak 30 persen. Ini berdampak buruk," ujar Sofyan.

Persoalan lain, kata dia, selama dua tahun terakhir banyak pejabat di lingkungan pemkab setempat yang tersandung dugaan korupsi seperti Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap camat, dan dinas pendidikan.

Kemudian dibidang Syariat Islam, sebut Sofyan, yang sangat memalukan saat ini tidak adanya gelar juara Aceh Barat dalam perlombaan Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) provinsi yang berlangsung di Pidie baru-baru ini.

Harusnya dengan komitmennya pemerintahan Ramli MS-Banta Puteh tentang penerapan Syariat Islam secara kaffah, Aceh Barat mampu memperoleh juara.

"Harusnya kita malu dengan plank tauhit tasawuf yang kita gembor-gemborkan, tapi di MTQ saja kita kalah," ujarnya lagi.

"Saya minta pertanggung jawaban kepada Partai Aceh selaku pengusung pasangan ini, caranya dengan mengevaluasi kinerja pemerintahan untuk dilakukan perbaikan kedepannya," tambahnya lagi.

Komentar

Loading...