Unduh Aplikasi

Forum Pemuda Desak PT PIM Hibahkan Limbah Scrap Eks PT AFF untuk Masyarakat Lingkungan

Forum Pemuda Desak PT PIM Hibahkan Limbah Scrap Eks PT AFF untuk Masyarakat Lingkungan
Foto: AJNN/Sarina

ACEH UTARA - Forum Pemuda Dewantara mendesak PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) agar menghibbahkan limbah scrap bekas PT Asean Aceh Fertilizer (AFF) kepada masyarakat lingkungan sebesar 25 persen dari hasil penjualan.

Selama permasalahan tersebut belum diselesaikan dengan Forum Pemuda Dewantara (Forpemda), maka Manajemen PT PIM dilarang untuk mengeluarkan limbah scrap bekas PT AFF tersebut.

“Hari ini kami dari elemen pemuda yang ada di Dewantara, menyatakan sikap bahwa manajemen PT PIM adalah dalang konflik di Dewantara,” kata Sekretaris Forum Pemuda Dewantara, T Rahmat Akbar didampingi puluhan warga lainnya, kepada awak media, saat konferensi pers di depan pintu pagar Eks PT Asean, Senin (10/8).

Sambung Rahmat, alasan pihaknya menyebutkan PT PIM sebagai dalam konflik karena dari awal pihaknya sudah meminta dan berharap kepada perusahaan itu agar scrap bekas PT AFF dihibahkan kepada masyarakat lingkungan. Hal itu dituntut sesuai dengan aturan.

“Kami sudah pernah bertemu dengan Direksi PT PIM, namun mereka menyebutkan tidak bisa menghibahkan itu atas perintah dari Perusahaan Indonesia. Namun, kami selalu mewanti-wanti kalau itu tidak dihibahkan kepada masyarakat lingkungan 25 persen, maka limbah itu jangan dieksekusi,” ungkapnya.

Sambung Rahmat, saat ini manajemen PT PIM sudah membuka ruang kepada pemenang scrap bekas PT AFF agar melaksanakan eksekusi. Pihaknya juga menilai kalau PT PIM melakukan pelanggaran atas perjanjian sebelumnya yang dilakukan atas kertas dengan stempel basah.

“Mereka sebelumnya berjanji, bahwa sepakat akan menunda proses lelang hingga ada keputusan untuk hibbah, namun saat ini mereka sudah melelang dan sudah ada pemenangnya, berarti mereka melanggar janji itu,” imbuhnya.

“Kami tidak permasalahkan ini dengan pemenang, akan tetapi dengan PT PIM, jika itu tidak dipenuhi maka kami akan melakukan upaya lainnya, salah satunya melakukan aksi besar-besaran,” tambah Rahmat.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas, PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) Nasrun mengaku sudah melelang limbah scrap bekas PT Asean Aceh Fertilizer (AFF).

“Kami sudah melelang dan dimenangkan oleh PT Kirana, dan disini pemenang lelang tersebut sudah menyetor dananya sebesar Rp20 miliar ke PT PIM,” kata Nasrun kepada sejumlah awak media.

Sambung Nasrun, perusahaan pemenang lelang juga sudah berkoordinasi dengan forum keuchik di Kecamatan Dewantara. Dan mereka sudah memenuhi segala usulan yang diminta oleh masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat lingkungan.

“Soal tuntutan Forpemda ke PIM, kami sudah empat kali melakukan pertemuan dengan seluruh keuchik di Dewantara didampingi tokoh dan muspika. Dan hasil pertemuan itu sudah disepakati bahwa 2,5 persen dari seluruh hasil penjualan akan diberikan untuk masyarakat lingkungan,” ujarnya.

Usulan awal, kata Nasrun, forpemda meminta 25 persen untuk dihibah, namun kemudian Forum Keuchik Dewantara meminta lima persen untuk pemberdayaan masyarakar lingkungan. Namun, yang bisa disetujui hanya 2,5 persen saja.

“Kalau 2,5 persen sudah setuju, namun kalau lima persen harus menunggu persetujuan dari pemegang saham,” tuturnya.

Lanjut Nasru, sekarang pihaknya tinggal menunggu berapa hasil dari penjualan, setelah itu 2,5 persen atau lima persen jika disetujui langsung diserahkan ke masyarakat lingkungan. Karena menurutnya, jika tuntutan itu berupa hibba 25 persen tidak bisa dipenuhi.

“Kalau memang kami dianggap menyalahi aturan, silahkan saja bawa ke ranah hukum, khususnya ke pengadilan. Karena PT PIM merupakan anak dari BUMN, maka jika sedikit bermasalah penyelesaiannya tetap melalui pengadilan,” ungkapnya.

Komentar

Loading...