Unduh Aplikasi

Forkopimda Aceh Tengah Mendadak Berkumpul Bahas Kisruh Shabela-Firdaus

Forkopimda Aceh Tengah Mendadak Berkumpul Bahas Kisruh Shabela-Firdaus
Pertemuan antara ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega dan unsur Forkompinda Aceh Tengah, terkait kisruh Shabela - Firdaus. Foto: AJNN/Fauzi Cut Syam

ACEH TENGAH - Ruang rapat Ketua DPRK Aceh Tengah usai salat dzuhur terlihat ramai. Sejumlah wartawan dari media cetak, online dan elektronik tampak memadati ruang tunggu di loby DPRK Aceh Tengah.

Informasi yang diperoleh AJNN dari internal DPRK Aceh Tengah, sejumlah unsur Forkompinda mengadakan pertemuan mendadak untuk membahas rencana perdamaian antara Bupati Aceh Tengah, Shabela Abu Bakar dan Wakilnya, Firdaus.

Satu persatu anggota forkompinda memasuki ruang rapat Ketua DPRK. Anggota Forkompinda terakhir yang masuk ke ruangan tersebut adalah Komandan Kodim (Dandim) 0106/AT - BM, Letkol Inf Valyan Taty.

Di ruangan tersebut sudah hadir Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah, Nislianudin, Kapolres Aceh Tengah AKBP Nono Suryanto. Selain itu terlihat juga Ketua MPU Aceh Tengah, Tgk M Isa Umar, Ketua Majelis Adat Gayo (MAG) Yusin Saleh dan Ketua PN Takengon, Endi Nurindra Putra.

Wartawan sempat diizinkan memasuki ruangan selama 3 menit. Setelah itu para jurnalis tersebut diminta untuk menunggu di luar. Sampai berita ini unggah, pertemuan masih berlangsung.

Sebelumnya, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar nyaris baku hantam dengan Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus. Kejadian itu terjadi pada Rabu (13/5/2020) malam.

Baca: Bersama, Berusaha "Mendamaikan" Shabela-Firdaus

Awalnya, Shabela Abubakar sedang melakukan rapat dengan sejumlah kedinasan terkait penanganan virus corona atau Covid-19 dan bencana banjir bandang yang baru terjadi pada Rabu sore.

Secara tiba-tiba, Firdaus masuk ke ruang tamu Pendopo Bupati dan mengeluarkan kata-kata makian yang tidak pantas.

Bahkan, Shabela Abubakar yang merupakan mitranya dalam menjalankan pemerintahan diancam dibunuh oleh Firdaus.

"Saya tidak tahu kenapa, saat kami sedang rapat membahas masalah bencana banjir bandang dan Covid-19, tiba-tiba saudara Firdaus datang dan berteriak dengan kata-kata tidak pantas," kata Shabela saat dihubungi, Kamis (14/5/2020).

Menurut Shabela, Firdaus langsung melontarkan kata-kata ancaman kepada dirinya.

"Dia (Firdaus) kemudian menyebut kami yang ada di Pendopo dengan sebutan hewan, lalu mengancam bunuh saya dan anak saya," kata Shabela.

Bicara soal proyek Shabela mengatakan, saat itu Firdaus berbicara tentang proyek. Namun, dia tidak paham dengan proyek yang dimaksud oleh Firdaus. Sebab, saat itu pembahasan hanya mengenai Covid-19 dan banjir bandang.

"Dia bicara tentang proyek yang saya tidak mengerti, karena kami sedang bicara penanganan Covid-19 dan banjir bandang," ucap Shabela.

HUT Pijay

Komentar

Loading...