Unduh Aplikasi

Forkopimda Aceh Sepakat Lindungi Masyarakat dari Covid-19

Forkopimda Aceh Sepakat Lindungi Masyarakat dari Covid-19
Foto: Ist

BANDA ACEH - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh bersepakat menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona, penyebab penyakit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), di kalangan masyarakat Aceh, menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Pemerintah Aceh yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 di Aceh, Saifullah Andulgani dalam rilis hariannya tentang perkembangan penanganan Covid-19.

Menurut pria yang akrab disapa SAG itu, kesepatan tersebut tergambarkan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Aceh dan Forkopimda kabupaten/kota se-Aceh melalui video cofrence, di Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (14-04-2020).

Rapat Koordinasi yang dipimpin Ketua Forkopimda Aceh, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT dan tersambung secara audio visual dengan, Ketua DPR Aceh H Dahlan Jamaluddin, S.IP, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Irdam, SH, MH, Pangdam Islandar Muda, yang diwakili oleh Kasdam Brigjen TNI A. Daniel Chardin, Plt Ketua MPU Aceh Tgk H. Faisal Ali, dan sejumlah bupati/walikota.

Protokol Kesehatan untuk pencegahan Covid-19 di Aceh, jelas SAG, meliputi kerja sama lintas pihak untuk memperketat pemeriksaan di jalur masuk ke Aceh, dengan harapan tidak ada orang ke luar-masuk Aceh untuk sementara waktu. Peserta Rakor Covid-19 itu juga sepakat menerapkan pola jarak fisik antarsesama (physical distancing), dan tidak berkumpul (social distancing).

Plt Gubernur Nova Iriansyah juga telah mengeluarkan Intruksi Gubernur Aceh tentang sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat dan aparatur sipil negara agar tidak mudik guna menghindari Covid-19. Intruksi Gubernur Aceh itu ditujukan kepada para Bupati/Walikota se-Aceh, katanya.

Perkembangan

Sementara itu, SAG menyampaikan kondisi terakhir percepatan penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota per tanggal 14 April 2020, pukul 15.00 wib. jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 1.433 kasus. Ada penambahan 22 kasus dibandingkan dengan kemarin, 1.411 kasus.

“Dari 1.433 jumlah ODP , sebanyak 1.181 orang telah selesai menjalani proses pemantauan, 252 masih dalam pemantauan petugas kesehatan.” Katanya.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak bertambah, lanjut SAG, masih 58 kasus. 4 orang di antaranya sedang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di provinsi maupun kabupaten/kota se Aceh, 53 orang telah dinyatakan sehat serta dizinkan pulang, 1 meninggal dunia.

“Sama seperti kemarin, angka Positif Covid-19 di Aceh saat ini juga nol. Sebelumnya sempat tercatat 5 orang. 4 telah sembuh, satu meninggal dunia,” jelas SAG

Banner Kerja Sama Aceh Hebat

Komentar

Loading...