Unduh Aplikasi

Forbes Nilai Pernyataan Wakil Ketua DPRA Sangat Dangkal Ilmu Pengetahuan

Forbes Nilai Pernyataan Wakil Ketua DPRA Sangat Dangkal Ilmu Pengetahuan
Bendahara Forbes, Nazaruddin Dek Gam. Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Forum Bersama (Forbes) DPR dan DPD RI asal dapil Aceh, angkat bicara terkait tudingan Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian yang menyebut Aceh seperti tidak memiliki perwakilan di DPR RI.

Bendahara Forbes DPR RI, Nazaruddin Dek Gam menilai penyataan Hendra Budian sangat dangkal ilmu pengetahuan tentang mekanisme anggaran, dan perkembangan nasional tentang Covid-19.

Menurutnya pemangkasan dana Otsus dan dana transfer lainnya ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres), dan bukan melalui Undang-undang.

"Jadi sangat tidak relevan dan tidak etis menyudutkan dengan menuding anggota Forbes DPR/DPD tidak memantau," kata Nazaruddin Dek Gam, Senin (4/5).

Dek Gam--sapaan Nazaruddin--menjelaskan dalam Perppu No 1 Tahun 2020 telah memberikan mandat kepada Presiden mengelola keuangan negara terkait penanganan Covid-19. Kemudian DPR RI sesuai konstitusi hanya memberikan persetujuan atau tidak.

Baca: Wakil Ketua DPRA: Aceh Seperti Tak Miliki Perwakilan di Senayan

"Sebaiknya selaku salah seorang pimpinan DPRA, Hendra Budian menanyakan dulu perihal yang disampaikan ke Forbes. Seharusnya dia memahami posisi DPR RI dalam Perppu yang diatur dalam konstitusi," ujarnya.

Kata Dek Gam, persoalan yang disampaikan oleh Hendra Budian itu tidak etis menihilkan peran Forbes. Bagi Forbes itu tidak ada masalah juga kalau ada pihak yang menihilkan forbes.

"Tapi selevel pimpinan DPRA seharusnya lebih bijaksana, mungkin Hendra lupa atau tidak merasa kalau dia sekarang sudah jadi pimpinan DPRA," ujarnya.

Untuk itu, ia meminta kepada Hendra Budian untuk lebih serius dan fokus dalam mengawal anggaran Covid-19 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA), dari pada menyudutkan pihak lain.

"Sebaiknya Hendra lebih serius mengawal dana Covid-19 di Aceh, seperti adanya pemotongan bantuan untuk dayah, kenapa diam dan seakan tidak peduli, padahal itu yang perlu dikritisi, bukan malah menyudutkan kami," ujarnya.

Komentar

Loading...