Unduh Aplikasi

Firasat Darwati Jelang Turunnya Kasasi Irwandi Yusuf

Firasat Darwati Jelang Turunnya Kasasi Irwandi Yusuf
Irwandi Yusuf bersama Darwati A Gani. Foto: Ig Darwati

BANDA ACEH - Darwati A Gani, sangat terpukul setelah mendapatkan kabar kalau kasasi suaminya, Irwandi Yusuf ditolak oleh Mahkamah Agung.

Darwati sebelumnya sudah memiliki firasat tidak enak jelang turunnya kasasi tersebut.

Meski begitu, nenek satu orang cucu itu tetap memiliki keyakinan kalau suami tercintanya itu bisa bebas. Namun takdir berkata lain, MA menolak kasasi mantan orang nomor satu di Aceh itu.

"Perasaan tidak enak memang sudah dari kemarin," kata Darwati ketika diwawancari AJNN, Kamis (13/2) malam.

Keluarga yang sudah berharap besar agar Irwandi Yusuf bebas sangat terpukul dan sedih ketika mendengar kabar kasasi itu ditolak. Namun, Darwati tetap kuat menghadapi cobaan tersebut.

"Walau bagaimana pun saya harus tetap tegar, karena selalu ada anak-anak yang menguatkan saya untuk menghadapi permasalahan ini," ujar Darwati.

Anggota DPRA ini juga mengaku kalau hingga kini belum mengetahui apakah putusan terhadap Irwandi Yusuf bertambah atau berkurang.

"Bunyi kasasi ditolak, yang dimaksud ditolak disini adalah ditolaknya permintaan kami agar Irwandi dibebaskan," jelasnya.

Untuk itu, Ketua Harian PNA itu memohon doa agar bisa melalui masalah tersebut. Terutama untuk Irwandi Yusuf agar diberikan kekuatan dalam menjalaninya.

Baca: BREAKING NEWS: Mahkamah Agung Tolak Kasasi Irwandi Yusuf

"Mudah-mudahan ada hal yang baik setelah ini," kata Darwati.

Selain itu, Darwati mengaku akan tetap setia mendampingi Irwandi Yusuf dalam kondisi apapun. Baginya Irwandi merupakan sosok pria yang kuat dalam menghadapi apapun masalah.

"Saat ini Irwandi Yusuf dalam pengurusan untuk dipindahkan ke Lapas Suka Miskin," ungkapnya.

Untuk diketahui, majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta sebelumnya menjatuhkan vonis kepada Irwandi Yusuf selama 7 tahun tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

KPK tidak terima dengan keputusan itu dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Kemudian vonis Irwandi Yusuf bertambah menjadi 8 tahun penjara, dan mencabut hak politik selama 5 tahun.

Mendapat keputusan tersebut, kemudian Irwandi Yusuf mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...