Unduh Aplikasi

Faris Reza Firmandez Terancam 10 Tahun Penjara

Faris Reza Firmandez Terancam 10 Tahun Penjara
Tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolda Aceh beberapa waktu lalu. Foto: Tommy

ACEH TENGAH - Pengadilan Negeri Takengon menggelar sidang perdana terkait kasus kejahatan terhadap lingkungan yang dilakukan PT Cipuga dan PT. Nindya Karya, Kamis (3/1).

Sidang perkara dengan nomor register 134/Pid.B/LH/2018/PN.Tkn dipimpin langsung Ketua Pengadilan Negeri Takengon Endi Nurindra Putra selaku Ketua Majelis dan Khairu Rizki beserta M. Adi Hermawan selaku Hakim Anggota.

Sidang tersebut dimulai pukul 11.00 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Terdakwa dalam kasus ini ada lima orang diantaranya Eko Sukaryono, Fariz Reza Firmandez, Ari, Fitra Yunizar dan Nurrahman yang didampingi oleh kuasa hukumnya Yunianto, Ahmad Bayhaki dan Eko Priyanto.

Adapun terhadap kelima terdakwa tersebut didakwakan dengan Pasal 158 Jo Pasal 37 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo Pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Subsudair Pasal 160 ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo Pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Serta Pasal 89 ayat (1) huruf a jo Pasal 17 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Jo Pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Dengan demikian FRF diancam hukuman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Setelah Jaksa Penuntut Umum selesai membacakan dakwaan kemudian Majelis Hakim menanyakan kepada kuasa hukum terdakwa terkait eksepsi, akan tetapi kuasa hukum dari terdakwa tidak akan melakukan eksepsi, sebelum sidang ditutup hakim menyatakan akan melanjutkan persidangan di hari Rabu, tanggal 9 Januari 2019 mendatang.

Aceh UMKM Expo 2019
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh

Komentar

Loading...