Unduh Aplikasi

Faktor Ekonomi Dominasi Perceraian Warga Aceh Barat dan Nagan Raya

Faktor Ekonomi Dominasi Perceraian Warga Aceh Barat dan Nagan Raya
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Kasus perceraian yang ditangani Mahkamah Syariah Meulaboh setiap tahunnya masih tinggi. Bahkan dalam setahun kasus perceraian yang ditangani lembaga tersebut hampir mencapai seribu kasus.

Untuk kasus perceraian tertinggi hingga saat ini didominasi oleh persoalan ekonomi yang mendorong adanya gugatan cerai oleh sang istri.

Ketua MS Meulaboh Syahril mengatakan untuk kasus perceraian memasuki triwulan ketiga mencapai 407 kasus, dan disusul dengan kasus gugatan ahli waris atau warisan.

"Untuk saat ini kasus tertinggi dalam perceraian terjadi akibat faktor ekonomi, selanjutnya disusul dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) baik itu secara fisik maupun non fisik. Kasus selanjutnya perselingkuhan namun itu sangat kecil hanya beberapa persen saja," kata Syahril.

Untuk gugatan perceraian atas kasus KDRT, kata dia, didominasi oleh usia muda atau pasangan suami istri dengan usia di bawah 40 tahun kebawah. Namun Syahril enggan menyebutkan penyebab dari KDRT tersebut.

Dari data yang dihimpun AJNN, untuk jumlah gugatan di MS Meulaboh selama ini kasus gugat cerai memiliki angka rata-rata 80 persen dari jumlah keseluruhan.

Misalnya tahun 2018 dari 859 kasus, angka perceraian mencapai 687 kasus, pada tahun 2017 dari jumlah 865 kasus 692 kasus perceraian, sedangkan tahun 2016 dari jumlah dari jumlah 1,170 gugatan jumlah gugatan cerai mencapai 936 kasus.

Meski demikian, dari data tersebut angka perceraian yang masuk di MS Meulaboh terjadi tren penurunan dari tahun ketahun.

Menurut, Ketua MS Meulaboh jumlah kasus gugatan cerai tiga tahun terakhir tersebut merupakan gugat cerai yang dilayangkan oleh pasutri dari dua Kabupaten baik dari Aceh Barat maupun Nagan Raya.

"Angka perceraian sejak tahun 2018 kebawah itu perkara dari Aceh Barat dan Nagan Raya. Kecuali 2019 karena di Nagan sudah ada MS sendiri saat ini," ungkapnya.

Komentar

Loading...