Unduh Aplikasi

TERKAIT KEBERADAAN WALI NANGGROE

Fadhli Abdullah: Marah Sama Nyamuk Kok Kelambu Yang Dibakar

Fadhli Abdullah: Marah Sama Nyamuk Kok Kelambu Yang Dibakar
Petrus

BANDA ACEH - Petrus sapaan akrab Fadlhi Abdullah Adam bertamsil “Jangan karena marah sama nyamuk kelambu yang dibakar,”. Tamsilan ini bernada sindiran kepada pihak- pihak yang kecewa kepada keberadaan lembaga Wali Naggroe Aceh yang terkesan tidak memberikan nilai tambah terhadap Aceh dan Pemerintahan Aceh, lalu bersuara lantang agar Lembaga Wali Nanggroe Aceh dihapuskan saja.

Nada berbeda muncul dari Fadhli Abdullah, ia mengatakan bahwa Lembaga Wali Nanggroe lahir dari rahim MoU Helsinki yang merupakan perjanjian yang telah disepakati antara Pemerintah Indonesia dan GAM untuk perdamaian dan kebaikan Aceh.

Ia juga menyebutkan salah satu poin MoU Helsinki tersebut, yaitu 1.1.7. tentang Lembaga Wali Nanggroe akan dibentuk dengan segala perangkat upacara dan gelarnya.

Dengan demikian, ia mengingatkan semua pihak, pemerintah Indonesia dan masyarakat di Aceh sama-sama berkewajiban menjalankan MoU dengan segala isinya.

Tentang Wali Nanggroe yang termaktub di dalam MoU ini, juga telah dikuatkan dengan Qanun Aceh. Qanun adalah peraturan yang telah disepakati oleh Pemerintah Aceh (eksekutif) dan parlemen Aceh atau DPRA (legislatif).

“Jadi, menurut ilmu saya, kalau ada orang yang tidak setuju dengan keberadaan institusi Wali Nanggroe, maka orang itu tidak menghormati kesepakatan damai, tidak menjunjung aturan yang berlaku di Aceh,” pungkas Petrus geram.

Saat ini Fadhli - Petrus - Abdullah Adam Merupkan calon anggota DPD-RI nomor 28, ia juga ingin berkhitmat untuk menjunjung tinggi kesepakatan perdamaian Aceh. Siap untuk berdiri di depan mempertahankan aturan yang berlaku dan membela segala kekhususan yang telah didapat Aceh.

Komentar

Loading...