Unduh Aplikasi

INTERMESO

Evolusi Atau Mati

Evolusi Atau Mati
Ilustrasi: ESCI UPF

BANYAK pelajaran penting muncul setelah Covid-19 melanda dunia. Dan satu hal penting yang dapat kita pelajari dengan mudah adalah tentang kedisiplinan. 

Dalam 24 jam terakhir sejak tulisan ini diunggah, mengutip data yang disampaikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19, terjadi penambahan kasus sebanyak 135 orang. Enam orang meninggal dunia. 

Total penderita Covid-19 yang dirawat di seluruh Aceh saat ini mencapai 2.014 orang. Angka ini diperkirakan belum akan menurun, bahkan belum menyentuh puncak yang diperkirakan akan terus naik. 

Penambahan seribu lebih penderita Covid-19 di Aceh hanya dalam waktu hampir dua bulan benar-benar membuat risau. Kenaikan itu sangat signifikan dan seharusnya cukup untuk membuat kita melihat ke belakang, apa kesalahan yang kita lakukan dalam waktu hampir dua bulan ini saat menghadapi Covid-19? 

Dan statistik itu harusnya tidak hanya dipelototi oleh pemerintah, pemerhati, atau petugas medis. Karena yang merasakan kesulitan itu adalah kita semua, bukan cuma mereka. 

Dalam urusan pendidikan, misalnya, pemerintah mulai mencanangkan untuk menutup kembali kelas tatap muka di sekolah-sekolah. Padahal anak-anak kita baru saja menikmati pembelajaran normal dan orang tua pun mulai memiliki waktu lebih banyak untuk diri mereka ketimbang di saat sekolah ditutup. 

Perekonomian juga mulai membaik meski tidak terlalu menyenangkan. Minimal, roda perekonomian mulai berputar. Warung-warung kopi mulai buka. Mall, pasar dan pusat-pusat keramaian mulai bergairah. 

Dalam urusan beribadah, kita pun menjadi lebih mudah. Meski tak seperti dulu, seperti saat Covid-19 belum mewabah, dalam urusan ibadah, kita bisa lebih mudah karena tak ada larangan untuk datang ke masjid atau ke tempat ibadah lain. 

Namun kini kondisi mulai memburuk. Satu hal yang menyebabkan ini semua adalah karena kita merasa aman. Sehingga kita tak lagi mewaspadai ancaman Covid-19. 

Kita semua tak boleh bergantung pada pemerintah. Karena jelas kebijakan pemerintah, mulai dari pusat hingga ke daerah, tidak terlalu dapat diandalkan. 

Saat pemerintah dan pemilik warung atau tempat usaha tak membatasi pengunjung di warung kopi, mall atau pusat perbelanjaan, sudah seharusnya kita yang memutuskan untuk tidak mengunjungi tempat-tempat itu. Kita tak perlu merasa hebat atau kebal atau bahkan ingin dicap radikal karena berani berkerumun dalam suasana pandemi. 

Sebagai manusia, yang seharusnya memiliki naluri untuk bertahan hidup, kita harus belajar untuk menghadapi musuh ini. Kita harus belajar berdisiplin untuk menjalankan semua kebiasaan baru yang dinamakan protokol kesehatan; berevolusi. Dengan atau tanpa pemerintah. 

Komentar

Loading...