Unduh Aplikasi

Event Tsunami Cup Dinilai Hanya Menghamburkan Uang

Event Tsunami Cup Dinilai Hanya Menghamburkan Uang
Kegiatan dan mata anggaran KUA-PPAS APBA-P 2017. Foto: Ist

PIDIE JAYA - Anggaran Rp 11 Miliar untuk event Tsunami Cup yang diusul Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam KUA-PPAS APBA-P 2017 dinilai hanya menghamburkan uang.

"Mengingat Aceh adalah provinsi kedua termiskin di Sumatera, angka Rp 11 miliar itu terlalu besar untuk event olahraga," kata Koordinator Aceh Future Pidie Jaya, M Nur kepada AJNN via seluler, Kamis (21/9).

Baca: Panjar Pesawat Rp 10 Miliar, Gaji Guru Honor Rp 15 Ribu Perjam

Menurutnya, untuk meuntaskan kemiskinan di Tanoh Rencong, baiknya dana sebesar itu digunakan untuk pembangunan rumah fakir miskin.

Andaipun Tsunami Cup untuk mengenang musibah maha dahsyat yang melanda Aceh 26 Desember 2004 silam, lanjutnya, lebih baik digelar zikir akbar untuk mengenang serta mengirim doa kepada para syuhada musibah tsunami.

"Saya rasa hampir seluruh masyarakat Aceh menolak penyelenggaraan event tersebut. Banyak saudara kita yang masih hidup dibawah garis kemiskinan, jadi lebih baik dana itu untuk pembangunan rumah fakir miskin saja," ujarnya.

Sementara untuk pembelian pesawat udara, sambungnya, jika hal itu untuk kelancaran dinas serta berdampak baik untuk kemajuan Nangroe Aceh Darussalam, ia merasa masyarakat umum dapat memakluminya.

"Untuk pembelian pesawat, jika memang itu dibutuhkan, menurut saya boleh-boleh saja. Tapi kalau Tsunami Cup dengan anggaran Rp 11 miliar, itu adalah ide yang paling konyol," sebut M Nur.

Senada dengan M Nur, Ketua Umum HMI FKIP Unigha , Muliadi merasa aneh jika mengenang tsunami dengan penyelenggaraan olahraga 'Tsunami Cup'.

Ia juga menilai, dana sebesar itu lebih terarah jika digunakan untuk pembangunan rumah fakir miskin.

"Atau dana itu diplot untuk pelatihan life skill pemuda, agar angka pengangguran di tanah Endatu tercinta ini menurun," ujarnya.

Kendatipun Pemerintah Aceh ngotot meyelenggarakan event olahraga yang bertajuk Tsunami Cup tersebut, pemerintah wajarnya mengandeng pihak ketiga sebagai sponsor.

"Ingat, itu uang Rakyat Aceh, bukan uang pribadi Pemerintah Aceh. Silakan buat Tsunami Cup, tapi dengan cara disponsori oleh pihak lain, seperti pengusaha, Bank dan pihak lainnya," imbuh Muliadi.

Komentar

Loading...