Unduh Aplikasi

Evaluasi Modul Pertambangan, GeRAK Aceh Gelar Workshop

Evaluasi Modul Pertambangan, GeRAK Aceh Gelar Workshop
BANDA ACEH - Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh melakukan evaluasi terhadap modul pendidikan antikorupsi sektor pertambangan. Sebelumnya, GeRAK sudah pernah menggunakan modul tersebut dalam mendidik 20 orang siswa pertambangan.

Dalam acara evalusi modul pertambangan itu, GeRAK Aceh menggundang para pihak yang terlibat dalam sektor pertambangan, seperti akademisi, cso, kejaksaan dan dinas terkait.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceb, Muhammad Nur mengatakan, dalam modul yang sudah disusun ini perlu dipisahkan setiap babnya. Misalnya masalah amdal harus satu bab, tata kelola izin satu dan penegakkan hukum satu bab. "Setiap bab harus ada tujuan spesifik, sehingga selama enam bulan siswa belajar sudah paham dengan tujuan akhirnya," kata M.Nur dalam diskusi yang berlangsung di Hotel Hermes, Selasa (29/3).

Kemudian, M.Nur juga menyarankan setiap pertemuan harus ada rangkuman yang disusun dalam modul tersebut, artinya siswa akan mudah memahami dan mempelajari hasil dari setiap pembelajaran. "Rangkuman praktis dari setiap pertemuan yang akan menjadi bahan belajar bagi siwa nantinya. Harus ada soal-soal tanyak jawab yang disampaikan oleh pemateri dalam setiap pertemuan. Tujuan agar siswa sendiri lebih kritis dan paham dalam setiap pertemuan," ujarnya.

Disisi lain, Kabid Pertambangan Dinas Pertambangan Aceh, Mahdi Nur meminta agar dalam modul tersebut harus dibuat target akhir dari pembelajaran tersebut. "Ketika ada sesuatu yang ditargetkan, apa yang perlu disusun, akhirnya modul ini bisa terarah dan mudah dalam menjalankannya," imbuhnya.

Kemudian, kata Mahdi, harus ada target akhir setelah siswa melakukan pembelajaran dari modul yang sudah disusun ini. "Misalnya siswa ini mau diarahkan kemana, apa yang diharapkan setelah siswa belajar tentang pertambangan," jelasnya.

Menurutnya, tidak cukup dalam enam bulan siswa harus menempuh pendidikan khusus sektor pertambangan. "Perlu ada penambahan waktu pendidikannya, enam bulan terlalu singkat," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani mengatakan, modul ini sudah pernah dipakai selama satu tahun dalam mendidik siswa sekolah pertambangan. "Bagi kami memang wajib dilakukan revisi, karena bagi masih ada yang belum dan lupa kami masukkan dalam modul ini," imbuhnya.

Askhal menyebutkan, adapun yang kurang dimasukkan dalam modul ini seperti masalah anggaran. "Ini perlu di masukkan untuk masalah anggaran sektor pertambangan," tambahnya.

Adanya revisi ini, jelas Askhal akan membuat warna baru dalam modul yang akan difinalkan ini. "Kami belum cetak, setelah final kami akan mencetak ini, mau tidak.mau memang harus direvisi modul ini," imbuhnya.

Dirinya berharap agar modul yang sudah disusun ini juga bisa digunakan oleh pihak lain untuk tujuan pembelajaran. "Ini nantinya juga bisa digunakan oleh pihak lain," harapnya.

Komentar

Loading...