Unduh Aplikasi

Evakuasi Truk di Jembatan Handel, Dua Alat Berat Dikerahkan

Evakuasi Truk di Jembatan Handel, Dua Alat Berat Dikerahkan
Buldoser milik salah satu perusahaan HGU mencoba menarik truk fuso yang terperosok di jembatan handel. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Dua alat berat (Buldoser) dikerahkan untuk menarik truk fuso sarat muatan fiber kelapa sawit yang terperosok di jembatan handel, Rimo Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Senin (15/1) sore.

Sayangnya, hingga pukul 21.30 WIB, truk fuso tersebut belum dapat dievakuasi dari atas jembatan yang menjadi akses vital bagi ribuan warga ditiga kecamatan itu. Akibatnya ratusan kendaraan terpaksa antri lantaran tidak ada jalan alternatif yang dapat digunakan.

Informasi yang dihimpun AJNN, salah satu dari dua unit buldoser yang mencoba mengangkat roda belakang truk bernomor Polisi BK 8436 FA dengan muatan 17,6 Ton serat fiber kelapa sawit itu mengalami kerusakan, selang hidrolik buldoser pecah lantaran tak sanggup menahan beban truk.

"Belum berhasil dievakuasi, kendaraan lain yang hendak lewat antrianya sudah lebih dari satu kilo meter," kata Yudi seorang warga, Senin (15/1) malam.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Edi Hartono saat dikonfirmasi menyangkut terperosoknya truk tersebut mengatakan bagian jembatan yang amblas itu masih dalam proses perbaikan oleh perusahaan kelapa sawit yang sebelumnya telah diminta untuk memperbaiki jembatan tersebut oleh pemerintah daerah.

"Perusahaan HGU yang memperbaiki jembatan ini sudah kerja seminggu ini sejak diminta oleh pak bupati, namun karena gelagar jembatan baja ini sudah tidak tahan, sehingga mereka masih menunggu material besi baja untuk pembuatan gelagarnya, mereka juga rencanyanya akan membuat rel supaya lebih tahan," kata Edi Hartono.

Edi Hartono tidak menampik bahwa jembatan yang dibangun tahun 1994 itu dulunya hanya dirancang untuk warga dengan tonase mobil yang dapat melintas maksimal 12 ton. Namun seiring dengan perkembangan daerah pada jalur saat ini, banyak perusahaan yang berinvestasi di seberang jembatan, armada yang digunakan melebihi batas maximum.

"Kami berencana membuat surat edaran atau seruan kepada perusahaan dan masyarakat untuk saling menjaga, membatasi tonase mobil yang melintas, sehingga jembatan tahan lama, sambil menunggu jembatan yang baru akan dibangun pada tahun 2019 mendatang," ujar Edi.

Data yang diporoleh AJNN, truk fuso yang dikemudikan oleh Regen Arison M itu bermuatan 17.600 Kg fiber Kelapa sawit, bobot keseluruhan mobil dan muatan mencapai 26.580 Kilo Gram.

Komentar

Loading...