Unduh Aplikasi

Es Batu Tak Ada, Harga Ikan Turun

Es Batu Tak Ada, Harga Ikan Turun
Pedagang ikan di Pasar Pusong, Lhokseumawe. Foto: Safrizal
LHOKSEUMAWE - Melimpahnya stok ikan basah di Lhokseumawe membuat nelayan mengeluh. Mereka tak dapat menjual ikan hasil tangkapan dengan harga normal. Bahkan saat ini mereka terpaksa menjualnya dengan harga rendah.

“Kalau tidak dijual murah, bisa-bisa ikannya busuk. Kalau dijual harga normal, tidak ada yang beli,” kata M Ramli, seorang nelayan di tempat pelelangan ikan Pusong, kepada AJNN, Jumat (18/3).

Kondisi ini disebabkan melimpahnya tangkapan nelayan Lhokseumawe dalam sepekan terakhir. Saking banyaknya, tak jarang nelayan rela menjual ikan dengan harga sangat murah. Faktor lain yang menyebabkan hal ini adalah kesulitan nelayan mendapatkan es batu batangan. Praktis, sesampainya di darat, hasil tangkapan mereka harus segera dijual.

Kondisi ini, kata Ramli, menyebabkan nelayan di Pusong dan Kuala Mamplam merugi dengan jumlah tak sedikit. “Banyak pembeli juga sepertinya mengalami kesulitan. Mau tak mau, kami harus menurunkan harga agar tak terus merugi,” kata dia.

Pawang kapal Razali bersyukur atas tangkapan melimpah ini. Namun nelayan sering kekurangan es batu untuk mengawetkan ikan. Ini memaksa nelayan menjual ikan dengan murah, agar cepat laku.

Jenis ikan segar yang paling dominan mengalami penurunan harga adalah tongkol. Tiga hari lalu harganya masih bertahan pada angka Rp 15 ribu per kilogram. Namun, secara bertahap, dalam dua hari terakhir, harga tongkol anjlok hingga Rp 5 ribu per kilogram.

Harga tongkol ikut mempengaruhi harga jenis ikan segar lainnya, seperti dencis, gembung serta beberapa jenis ikan segar lainnya. Penurunan mencapai Rp 15 ribu per kilogram. “Hanya beberapa jenis ikan berkualitas yang masih bertahan dengan harga normalnya,” kata Rizal.

Komentar

Loading...