Unduh Aplikasi

Erosi Krueng Putu, Dinas PU dan BPBD Saling Lepas Tanggung Jawab

Erosi Krueng Putu, Dinas PU dan BPBD Saling Lepas Tanggung Jawab
Rumah warga terancam longsor akibat erosi Krung Putu. Foto: Muksal Mina

PIDIE JAYA - Erosi yang terjadi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Krueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya diprediksi akan terus mengancam pemukiman warga.

Pasalnya, pembangunan bronjong di sepanjang DAS tersebut belum ada tanda-tanda untuk dibangun, hal itu di karenakan kabupaten hasil pemekaran dari Pidie itu tidak mempunyai anggaran yang cukup.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten setempat, Bahron Bakti kepada AJNN, Selasa (29/11) mengatakan, pembangunan bronjong di DAS Krueng Putu bukanlah tanggung jawabnya.

Baca: Satu Unit Rumah di Pidie Jaya Terancam Runtuh

Kendati pun itu tanggung jawabnya, kata Bahron, PU Pidie Jaya tidak sanggup untuk membangun bronjong di sungai itu. Pasalnya, Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) yang ada di dinas tersebut tidak cukup.

"Erosi sungai itu bukan tanggung jawab saya, kami tidak cukup anggaran untuk pembangunan bronjong di DAS itu. Coba kamu tanya masalah ini ke BPBD," katanya.

Sementara itu, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Puteh A Manaf mengatakan, untuk pemasangan bronjong di sepanjang Krueng Putu itu juga bukan tanggung jawab BPBD.

Baca: Akibat Abrasi Krueng Putu, Lahan Warga Amblas ke Sungai

Menurutnya, pemasangan bronjong di DAS tersebut seharusnya tanggung jawab bersama, baik Dinas PU, Pemerintah kabupaten, provinsi hingga ke pemerintah pusat. Namun, Puteh juga mengatakan, BPBD hanya dapat membantu dimana titik yang berpotensi mendatangkan bencana dan titik yang sudah terjadi bencana.

"Ranah BPBD hanya dimana titik tersebut berpotensi akan terjadi bencana, serta titik yang sudah terjadi bencana, kalau untuk sepanjang Krueng Putu itu, kami tidak mampu," tegas Puteh.

Komentar

Loading...