Unduh Aplikasi

Enam Anggota Sindikat Narkoba Internasional asal Aceh Dibekuk

Enam Anggota Sindikat Narkoba Internasional asal Aceh Dibekuk
SUMUT - Enam orang anggota sindikat narkoba jaringan internasional Indonesia-Malaysia diringkus petugas gabungan Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai. Sebelas kilogram sabu-sabu dan ribuan pil ekstasi disita dari enam tersangka.

Para tersangka ditangkap di Aceh dan Medan. Mereka adalah AG, AD, AM, RA, DI dan AD yang merupakan warga Aceh.

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Irjen Arman Depari mengatakan, penangkapan keenam orang tersangka berawal dari tertangkapnya satu orang tersangka pengedar narkoba. Petugas mengembangkan informasi dan menangkap dua orang pengedar narkoba lainnya.

"Dua pengedar itu kita amankan di pusat perbelanjaan di Jalan Sisingamangaraja. Dari keduanya petugas mengamankan barang bukti 11 kg sabu-sabu," katanya, Senin (21/3/2016) di Kantor BNNP Sumut Jalan Medan Estate, Medan, Sumut.

Para tersangka itu ditangkap pada Sabtu 19 Maret 2016. Petugas pun kembali melakukan pengembangan dan kembali menangkap dua tersangka lain yang diduga pemesan narkoba. Dua orang tersebut ditangkap di sebuah hotel di Medan dengan barang bukti 4.000 butir ekstasi dan seorang lagi ditangkap di jalan.

"Pelaku DI yang ditangkap di jalan merupakan pengendali atau pengatur masuknya narkoba," imbuh Arman.

Pihaknya juga menangkap satu anggota sindikat narkoba lainnya di daerah Aceh yang bertugas sebagai pemesan seluruh narkoba tersebut. Dari pengakuan para tersangka, mereka telah menggeluti aksinya sejak tahun 2012 lalu.

Dalam sebulan, para tersangka bisa memesan 15 sampai 20 kg sabu-sabu. Dalam aksinya, selain memyebarkan di daerah Sumut, para tersangka ini menyebar barang haramnya ke seluruh daerah di Indonesia. Pihak BNN pun masih terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhada par tersangka.

"Untuk pelaku kita jerat dengan UU penyalahgunaan narkoba dan pencucian uang," pungkasnya.

Dari keenam orang tersebut, turut diamankan barang bukti 11 kilogram sabu, 4.000 butir pil ekstasi, enam unit mobil, sertifikat, tiga unit rumah mewah beserta isinya, dan pabrik penggilingan padi. Penangkapan dilakukan petugas gabungan BNN dan BNNP Sumatera Utara.

Komentar

Loading...