Unduh Aplikasi

Empat Warganya Ditahan, Anggota DPRK Pasang Badan

Empat Warganya Ditahan, Anggota DPRK Pasang Badan
Teuku Cut Man mengajukan permohonan penaggguhan tahanan terhadap empat warganya. Foto: Rusman.
NAGAN RAYA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Teuku Cut Man, mengajukan permohonan penaggguhan tahanan terhadap empat warganya yang dilaporkan PT. Fajar Baizuri dan Brother atas dugaan terlibat pembakaran barak perusahaan tersebut.

Dalam surat yang dilayangkan Cut Man kepada Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Meulaboh tertanggal 27 April 2016, meminta terdakwa atas nama Khidir dan kawan-kawan untuk dilakukan penangguhan tahanan mengingat keempat terdakwa tersebut merupakan tulang punggung keluarga.

"Mereka bahkan punya anak yang masih kecil, makanya saya selaku wakil meraka siap untuk jadi jaminan jika terjadi sesuatu nanti,” kata Cut Man Rabu, (27/4).

Cut Man, mengaku siap menghadirkan empat terdakwa kapanpun pengadilan mengadakan persidangan, serta siap menjamin kalau mereka tak akan melarikan diri, dan tidak akan mempersulit proses hukum yang sedang berjalan.

"Mereka sudah lama dijadikan tersangka dan baru sekarang ditahan, ini menjadi rujukan pengadilan bahwa meraka tidak pernah melarikan diri serta mempersulit proses hukum, lagi pun saya siap menjadi jaminan, jika meraka lari silahkan tangkap saya selaku penjamin,” tegasnya.

Dalam surat yang diberikan itu, Cut Man juga menyertakan sikap kesiapan atas dirinya selaku penjamin serta melampirkan kartu tanda anggota Dewan atas nama dirinya sendiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, keempat terdakwa yang kini menjadi tahanan hakim Pengadilan Negeri Meulaboh yakni, Khadiri (45), Asubki (30), Musilan (34) dan Junaidi (28) ditahan di Rutan Meulaboh.

Koordinator LBH Pos Meulaboh, Herman juga mengatakan pihaknya selaku kuasa hukum sudah mengajukan permohonan serupa dan belum ada tanggapan dari pihak pengadilan tersebut, dan meraka telah ditahan semenjak 15 april 2016 lalu oleh PN Meulaboh.

Terkait proses hukum keempat terdakwa tersebut, Herman mengatakan, Kamis (28/4) akan digelar sidang keberatan yang di ajukan pihaknya.

"Kami juga sudah pernah mengajukan penangguhan serupa kepengadilan, tapi kita lihat hari ini apa tanggapan hakim dalam sidang eksepsi,” tutup Herman.
IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...