Unduh Aplikasi

Empat Terdakwa Narkoba 50 Kg Dituntut Mati

Empat Terdakwa Narkoba 50 Kg Dituntut Mati
Dua dari lima terdakwa Sabu mendengar tuntutan JPU di PN Banda Aceh. Foto: AJNN.Net/Tommy

BANDA ACEH - Jaksa penuntut umum Kejari Aceh Timur menuntut mati empat dari lima terdakwa kasus 50 Kg narkoba di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Sementara satu terdakwa dihukum seumur hidup.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Kasipidum Kejari Aceh Timur, Muliana dalam persidangan lanjutan di PN Banda Aceh, Senin (28/1). Sidang tersebut diketuai oleh Bahtiar,SH didampingi dua anggotanya.

Adapun terdakwa yang dituntut mati dalam kasus tersebut yakni Muhammad A. Bakir, Azhari, Abdul Hanas, Mahyudin alias Boy sedangkan Razali alias Doyok dituntut seumur hidup.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai kelima terdakwa dinyatakan bersalah karena menyeludupkan narkotika jenis sabu seberat 50 kilogram di perairan Aceh Timur.

"Dalam perkara ini tidak ada hal yang meringankan bagi ke lima terdakwa ini, sudah sepatutnya mereka dituntut mati karena memiliki sabu seberat 50 Kg," kata JPU.

Menurut jaksa, terdakwa melakukan pemufakatan jahat tanpa hak atau secara melawan hukum, yakni menyimpan, mengedar narkotika golongan satu yang beratnya melebihi 5 gram.

Usai persidangan, Kasipidum, Muliana menyebutkan perbedaan tuntutan terhadap satu Razali karena dia hanya bertugas menyiapkan boat untuk terdakwa Azhari dan Muhammad A Bakir untuk mengambil barang haram Sabu.

"Pertimbangan kami Razali sebagai orang yang membantu Azhari dan Muhammad A Bakir menyiapkan boat untuk mengambil sabu ke Malaysia," ujarnya.

Dalam perkara ini, kelima terdakwa juga pernah melakukan penyeludupan sabu di perairan Aceh seberat 12 Kg, penyeludupan pertama berhasil lolos.

"Komplotan ini sudah dua kali menyeludupkan sabu, namun penyeludupan kedua mereka berhasil ditangkap," ujarnya.

Sementara kuasa hukum kelima terdakwa, Ramli Husein menyebutkan tuntutan hukuman mati terlalu berat diberikan, pihaknya akan melakukan pembelaan terhadap tuntutan JPU.

Menurut Ramli, kelima terdakwa ini hanya orang suruhan yang membawa sabu dari Malaysia ke Aceh, sedangkan pemilik dari barang haram tersebut masuk DPO.

"Barang sabu itu milik si Abu yang masuk DPO, kelima terdakwa ini hanya diupah untuk membawa barang tersebut, apalagi mereka pengangguran yang membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-harinya," ungkap Ramli Husein.

Sidang kelima terdakwa akan dilanjutkan dua pekan kedepan untuk mendengarkan pembelaan dari kuasa hukum kelima terdakwa.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...