Unduh Aplikasi

Empat Sekolah Asrama di Pidie Terpaksa Diliburkan

Empat Sekolah Asrama di Pidie Terpaksa Diliburkan
Bangunan masjid yang roboh akibat gempa 6,4 sk di Pidie Jaya. Foto: Muksalmina

SIGLI - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Murthalamuddin menyebutkan empat sekolah asrama di Pidie diliburkan untuk sementara waktu. Siswa di sekolah itu masih trauma ketika terjadi gempa susulan.

“Para siswa masih mengalami ketakutan saat terjadi gempa susulan dan terpaksa kami kembalikan kepada orang tuanya,” kata Murthalamuddin, Kamis (8/12).

Murthalamuddin menjelaskan para pelajar yang tinggal di asrama sangat trauma ketika gempa susulan terjadi. Bahkan puluhan di antaranya jatuh sakit sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.

Pihak sekolah minta izin untuk meliburkan sekolah sementara waktu karena anak-anak takut terjadi gempa susulan. Adapun sekolah-sekolah yang diliburkan sementara adalah SMA Unggul Swiss, SMA Unggul Sigli, Madrasah Umul Quran (MUQ) Sigli.

Pidie, yang berbatasan langsung dengan Pidie Jaya, mengalami juga mengalami kerusakan akibat gempat tersebut. Di Kecamatan Simpang Tiga: sembilan unit rumah roboh. Kota Sigli, satu unit toko rusak ringan, satu unit rumah hancur. Pekan Baro, dua rumah roboh. Glumpang Baro, satu unit rumah rusak total. Tiro satu unit rumah rusak berat, satu menasah dan satu sekolah dasar serta sembilan rumah rusak ringan.

Kemudian Kecamatan Padang Tiji, tiga unit rumah hancur. Tangse, satu unit rumah hancur dan sebuah mesjid rusak ringan. Pidie, satu unit toko rusak ringan. Glumpang Tiga, dua toko dan lima unit roboh.

Sementara kecamatan yang paling parah adalah Kembang Tanjong, akibat gempa di kecamatan tersebut sedikitnya 40 unit rumah roboh, serta satu unit jembatan di Gampong Jeumeurang hancur total.

Selain itu, gempa juga menelan dua korban jiwa di Kecamatan Glumpang Tiga, yaitu, Jailani dan istrinya Faridah warga Sukon Baroh akibat tertimbun runtuhan rumah toko (ruko) miliknya yang berada dekat perbatasan Pidie dengan Pidie Jaya.

 

 

Komentar

Loading...