Unduh Aplikasi

Empat Perawat Terpapar Covid-19, Pasien Cuci Darah Sempat Terbengkalai di RSUCM

Empat Perawat Terpapar Covid-19, Pasien Cuci Darah Sempat Terbengkalai di RSUCM
RSUDCM. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Pasien hemodialisa (terapi cuci darah) di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara dikabarkan sempat terbengkalai kurang lebih dua jam pagi tadi, Jumat (16/10).

Pasalnya, hal itu terjadi karena empat perawat yang bertugas diruangan tersebut, terpapar Coronavirus Disease (Covid-19).

Salah seorang keluarga pasien Husaini Lukman, mengatakan, pihaknya mengaku sudah menunggu berjam-jam, namun tidak ada perawat atau karyawan yang menangani pasien tersebut.

“Kami menunggu jam 08.00 WIB, hingga pukul 11.00 WIB, namun tidak juga ditangani. Padahal ini penyakit lebih rentan, jika terlambat dilayani pasien akan terancam,” katanya kepada awak media.

Dirinya khawatir, karena bukan hanya satu pasien, namun juga pasien lainnya, jika tidak segera dilayani akan terjadi hal-hal tidak diinginkan. Ia juga memahami bahwa dalam saat ini dalam kondisi pandemic Covid-19, namun pasien Hemodialisa juga harus segera membutuhkan pelayanan.

“Saya sampaikan ini untuk kebaikan semua, apapun akan kita ikuti aturan yang diberlakukan, namun kita berharap, pasien juga harus tertangani,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas RSUCM, Jalaluddin membantah kalau pasien terbengkalai berjam-jam, bahkan menurutnya hanya satu jam saja, karena mereka sedang melangsungkan rapat dan setelah itu semua teratasi.

“Kita kekurangan perawat hemodialisa, karena empat orang terpapar Covid-19. Jadi agak terlambat tertangani pasien, dikarenakan dilakukan rapat selama satu jam,” jelasnya.

Sambung Jalaluddin, jumlah total perawat di ruang hemodialisa semuanya 12 orang, dan sekarang hanya tersisa enam orang, karena empat diantaranya dipindahkan ke ruang pinere.

“Jadi enam orang tersebut tidak mencukupi untuk melayani puluhan pasien setiap harinya,” tuturnya.

Komentar

Loading...