Unduh Aplikasi

Empat Penambang Ilegal Divonis 1,5 Tahun Penjara

Empat Penambang Ilegal Divonis 1,5 Tahun Penjara
Dua unit beko yang diamankan polisi

PIDIE - Empat terdakwa kasus galian C ilegal jenis pasir dan batu (Sirtu) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kecamatan Keumala divonis satu tahun lima bulan penjara.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Pidie di Kota Bakti Muhammad Khadafi kepada wartawan, Senin (12/1) mengatakan, vonis yang dijatuhkan PN Sigli lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Baca: Tak Miliki Izin, Polisi Amankan Dua Operator Beko Penambang Batu di Pidie

"Sebelumnya JPU pada persidangan 11 Desember 2019 menuntut masing- masing terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun," ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan putusan PN Sigli nomor 282/pid.sus/2019/PN Sgi tgl 16 desember 2019, menghukum masing-masing terdakwa Ari Fahrizal, Muhammad Dahlan selaku operator alat berat beko. Kemudian Basri selaku penyaring pasir dan Mohd Gade selaku pengelola beko.

Terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara bersama sama melakukan usaha pertambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebagaimana pasal 158 jo pasal 36 ayat 1 UU nomor 4 tahun 2009 ttg pertambangan mineral dan batubara jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"PN Sigli menghukum masing masing terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 5 bulan serta denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan penjara," ujarnya.

Sementara, barang bukti (BB) dua unit alat berat jenis becho dikembalikan kepada pemilik yang sah sebagaimana putusan inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya kasus tersebut ditangani Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pidie setelah dilakukan penangkapan pada 22 September 2019 lalu kemudian dilimpahkan ke Cabang Kejaksaan Negeri Pidie di Kota Bakti.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...