Unduh Aplikasi

Empat Pekerja PLN Diringkus Polisi di Simeulue

Empat Pekerja PLN Diringkus Polisi di Simeulue
Kapolres Simeulue (tengah) didampingi sejumlah perwira lainnya sedang memberi keretangan pers kepada sejumlah wartawan. Foto: For AJNN

SIMEULUE - Empat pekerja PT PLN unit PLTD Lasikin Simeulue diringkus polisi setelah ketahuan melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan atau mencuri satu unit trafo milik tempat mereka bekerja.

Adapun empat pekerja PLTD Lasikin yang ditangkap yakni, KA (24) karyawan, HU (34) tenaga kontrak atau anggota koordinator pembangkit, SU (41) tenaga kontrak atau koordinator pemeliharaan pembangkit dan IB (33) karyawan atau supervisor pembangkit ULP Sinabang.

Kapolres Simuelue AKBP Agung Suryo Prabowo didampingi Kasat Reskrim Ipda Muhammad Rizal dalam konferensi pers, Senin (20/7) di Polres Simuelue mengatakan, empat pekerja PLTD Lasikin ditangkap berdasarkan laporan masyarakat.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, kata Kapolres, Sabtu 18 Juli 2020 Team Elang Resmob Reskrim Res Simeulue yang dipimpin oleh Kasat Reskrim melakukan penyelidikan, dan tim mulanya berhasil mengamankan tiga orang pelaku.

Adapun tiga pelaku yang pertama diamankan yakni, KA, HU dan SU, ketiganya ditangkap saat sedang melintas menggunakan satu unit mobil Isuzu Panther membawa trafo daya milik PLTD Lasikin di Desa Suak Buluh, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

Setelah ditangkap, kata Kapolres, ketiga pelaku itu dibawa ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil Interogasi terhadap ketiga pelaku, mereka mengakui secara bersama-sama telah mengambil tembaga dari dalam satu unit trafo daya milik PT PLN Persero / PLTD Lasikin atas izin dari IB selaku supervisor pembangkit ULP Sinabang.

Pengambilan tembaga di trafo daya itu tidak diberitahukan kepada pengawas atau Manajer ULP (Unit Pelayanan Pelangan) Sinabang.

"Selanjutnya tembaga tersebut dijual seharga Rp 20 juta kepada JU (penadah) bertempat di Desa Suka Maju, Kecamatan Simeulue Timur, kemudian uang hasil penjualan tembaga tersebut dibagi empat antara lain KA, HU, SU dan IBB masing-masing Rp 5 juta," kata Kapolres.

Setelah mengetahui IB selaku supervisor pembangkit ULP Sinabang ikut terlibat, dia pun ditangkap bersama JU (penadah).

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keempat pekerja PLTD Lasikin dan JU yang terlibat sebagai penadah saat ini telah diamankan di Polres Simeulue guna proses hukum lebih lanjut," ungkap Kapolres.

Komentar

Loading...