Unduh Aplikasi

Empat Nelayan Myanmar Ditetapkan Tersangka

Empat Nelayan Myanmar Ditetapkan Tersangka
Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo, Basri dan Kapten Kapal Hiu 12, Novril Sagian memperlihatkan identitas keempat nelayan asal Myanmar. Foto: Tommy

BANDA ACEH - Kementerian Kelautan Perikanan melalui Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pangkalan Lampulo Banda Aceh telah menetapkan empat nelayan Myanmar sebagai tersangka dalam kasus Illegal Fishing.

Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo, Basari menyebutkan keempat nelayan Myanmar tersebut yakni Win Su Htwe, Myo Win Aung, Soe Ming dan Moe Moe terbukti telah melakukan penangkapan ikan mengunakan alat tangkap trawl dan memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa ijin.

"Mereka tertangkap tangan oleh kapal pengawas Hiu 12 di 20 mil perairan Aceh Timur saat sedang menangkap ikan dengan pukat trawl," katanya, Senin (29/1).

Basri juga menyebutkan tindakan selanjutnya pihak penyidik dari KKP akan melakukan penyelidikan terhadap kapal asal Malaysia dengan ukuran 29 GT. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) di Jakarta.

Baca: Kapal Asal Malaysia Ditangkap di Perairan Aceh

"Apakah kapal ini dimusnahkan oleh penyidik atau tidak, jadi keputusan tergantung dari satgas 115 dan juga putusan pengadilan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa Win Su Htwe selaku nahkoda kapal serta tiga Anak Buah Kapal (ABK).

"Kami liat dulu pemeriksaan penyidik nanti, yang jelas Nahkoda tetap kita proses hukum karena dia yang bertanggung jawab. Sementara ABK akan kami deportasikan," kata Basri

Seperti diketahui, kapal asal Malaysia dengan nama KM SLFA 4935 ditangkap kapal Hiu 12 saat sedang mengambil ikan di perairan Indonesia di wilayah Timur Aceh. Saat ini kapal Malaysia tersebut telah berada di dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo Banda Aceh dalam pengawasan pangkalan PSDKP Lampulo. 

Komentar

Loading...