Unduh Aplikasi

Empat Lokasi Wisata Paling Menarik Dikunjungi di Aceh Tamiang

Empat Lokasi Wisata Paling Menarik Dikunjungi di Aceh Tamiang
Kuala Paret. Foto: IST

ACEH TAMIANG - Menelusuri objek wisata di Aceh seakan tidak ada habisnya. Daerah dengan julukan Tanah Rencong yang berada paling ujung pulau Sumatera ini begitu banyak menyimpan pesona dan keindahan alamnya yang masih tersembunyi. Salah satu daerah yang masih banyak menyimpan tempat dengan pesona keindahan alamnya ada di Kabupaten Aceh Tamiang.

Mempunyai julukan Bumi Muda Sedia, ternyata Kabupaten Aceh Tamiang, memiliki beberapa tempat wisata alam yang menarik dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah saat akhir pekan ataupun hari libur. 

Aceh Tamiang sendiri terletak di ujung barat Provinsi Aceh dan merupakan Kabupaten pintu masuk tersebut. Sebab letaknya berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. 

Jika dihitung, jarak dari pusat Kota Banda Aceh yang merupakan ibu Kota Provinsi ke Kabupaten Aceh Tamiang kurang lebih sejauh 463 kilometer, dan akan menghabiskan waktu tempuh melalui perjalanan darat kurang lebih 9 jam lamanya. 

Belakangan, kurang lebih sejak 10 tahun terakhir, terdapat 4 objek wisata di Aceh Tamiang yang menarik dikunjungi. Bahkan, lokasi tersebut sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah, khususnya masyarakat dari daerah Kabupaten/Kota tetangga, seperti Kota Langsa, dan Aceh Timur. 

Tidak hanya itu, masyarakat dari Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara juga tidak sedikit yang datang berkunjung ke beberapa lokasi wisata yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, untuk menghabiskan waktu libur mereka bersama keluarga maupun teman. 

Meskipun beberapa objek wisata di Kabupaten itu sudah mulai ramai di kunjungi masyarakat, namun hampir seluruh objek wisata yang ada tersebut diketahui masih belum di kelola secara baik oleh pemerintah daerah setempat.

Adapun empat objek wisata yang menarik dikunjungi di Aceh Tamiang yaitu Kuala Paret, Air Terjun 1000, Sangka Pane, dan Tamsar 27. Keempat objek wisata alam terbuka tersebut berada di wilayah hulu Kabupaten Aceh Tamiang. 

Keempat objek wisata itu memiliki pesona dan keindahannya masing-masing, dari yang memacu adrenalin hingga yang membuat terperangah siapa saja yang melihatnya, karena memang keindahannya bak lukisan karya dari sang Ilahi.

Kuala Paret

Kuala Paret. Foto: IST.

Kuala Paret adalah satu dari beberapa objek wisata yang ada di Aceh Tamiang yang paling populer bagi wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar daerah tetangga Kabupaten itu. 

Kuala Paret sendiri merupakan objek wisata alam terbuka yang menyuguhkan keindahan sungai pegunungan nan eksotis. Keindahan alamnya semakin memikat karena Kuala Paret dikelilingi pepohonan dan lereng yang masih begitu alami. Bebatuan karang berongga terbelah oleh derasnya air yang mengalir dari hulu sungai, sehingga menambah kesempurnaan alam ciptaan sang Ilahi.

Terletak di kawasan Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, tempat ini selalu ramai dikunjungi pada akhir pekan atau musim liburan. 

Untuk sampai di sana para wisatawan jika berangkat dari pusat Kota Kuala Simpang yang merupakan pusat kota Kabupaten Aceh Tamiang, wisatawan harus menempuh perjalanan darat dengan kendaraan roda dua atau empat kurang lebih 2 hingga 3 jam, dan atau dengan jarak tempuh sekitar 47 kilometer, dengan kondisi jalan bebatuan dan siap memacu adrenalin, sehingga mempunyai tantangan tersendiri bagi wisatawan.

Walaupun begitu, jangan takut, wisatawan yang datang ke sana tidak akan tersesat. Setibanya di pekan Pulau Tiga, yang merupakan pusat kota di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, terdapat petunjuk yang mengarahkan agar belok ke kiri hingga ke lokasi. 

Di sana, sebuah papan nama bertuliskan Objek Wisata Kuala Paret terpampang di pinggir jalan. Dari sana, untuk mencapai lokasi objek wisata tersebut, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer lagi.

Sepanjang jalan pengunjung bakal melewati perkampungan, dan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan AMPI. Kemudian setibanya di ujung perkebunan kelapa sawit tersebut terdapat tanda penunjuk arah menuju objek wisata Kuala Paret. Setelah tiba di sana, pengunjung masih harus berjalan kaki untuk dapat tiba di lokasi itu, sekitar kurang lebih 300 meter.

Saat tiba di lokasi, gemuruh air sungai yang melewati bebatuan memadati indra pendengar. Ditambah lagi dengan suara burung berkicau. Objek wisata air Kuala Paret memang begitu eksotis, terlebih dihimpit oleh perbukitan. Rasanya cukup untuk membayar perjalanan yang telah ditempuh yang lumayan melelahkan itu.

Objek wisata Kuala Paret memang direkomendasikan para wisatawan menjadi salah satu tempat yang paling tepat untuk menghilangkan rasa penat dari kebisingan kota, terlebih saat libur akhir pekan tiba. Bagaimana tidak, pesona keindahan alam mampu membuat pengunjungnya terhipnotis. Tebing berwarna kecokelatan dan aliran air sungai yang berwarna kehijauan akan langsung menyambut pengunjung setibanya di sana.

Meski begitu, pengunjung juga harus tetap memperhatikan faktor keselamatan. Sebab, untuk bisa sampai ke sungai, pengunjung harus menuruni bebatuan yang ada di tebing. Bebatuan itu cukup licin ketika dipijak. Selain itu, sungai Kuala Paret juga memiliki arus yang deras, apalagi ketika memasuki musim hujan. Maka dari itu, pengunjung yang tidak pandai berenang tidak disarankan menyebur ke sungai.

Selain menawarkan kondisi alam yang masih natural, pengunjung juga bisa menikmati udara segar, sambil menikmati derasnya air sungai, Kuala Paret juga menyuguhkan lokasi yang tepat untuk yang gemar mengabadikan momen penting, atau berswafoto.

Air Terjun 1000 

Air Terjun 1000. Foto: IST

Satu lagi objek wisata alam terbuka di Kabupaten Aceh Tamiang yang juga tidak kalah indahnya dan mulai ramai disebut - sebut sebagai salah satu tempat wisata yang layak direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan ialah objek wisata Air Terjun 1000. 

Lokasi wisata ini memang masih tersembunyi dan belum begitu populer bagi masyarakat luar Tamiang. Meski begitu para wisatawan jika berkunjung ke sana dijamin tidak akan kecewa.

Dinamakan Air Terjun 1000, karena memang sepanjang aliran sungai itu memiliki ribuan jenjang yang bertingkat hingga ujung hulu Sungai, sehingga masyarakat menamakannya dengan Air Terjun 1000. 

Terletak di kawasan Desa Rongoh Pintu Kuari, Kecamatan Tamiang Hulu, beberapa waktu terakhir tempat ini selalu ramai dikunjungi pada setiap akhir pekan atau musim liburan. 

Untuk sampai di sana, para wisatawan jika berangkat dari pusat Kota Banda Aceh akan melalui jarak tempuh perjalanan dengan darat menghabiskan waktu kurang lebih 9 jam atau 463 kilometer untuk sampai di Kota Kuala Simpang.

Setiba di pusat Kota Kuala Simpang para wisatawan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi wisata Air terjun 1000 kurang lebih 2 hingga 3 jam atau dengan jarak tempuh 47 kilometer dengan kondisi jalan yang sudah beraspal. Namun, sebelum tiba di lokasi, sekitar 8 kilometer pengunjung harus melalui jalan bebatuan yang belum beraspal.

Meskipun begitu, pengunjung tidak akan merasa kesal ketika melewati jalan yang belum beraspal itu, sebab, sepanjang perjalanan, mata pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan perbukitan yang indah.

Walaupun jaraknya sedikit jauh dari pusat kota Kabupaten Aceh Tamiang.  wisatawan yang datang ke sana tidak akan tersesat. Sebab, masyarakat di sepanjang jalan menuju ke lokasi sangat ramah.

Setelah tiba di sana, pengunjung tidak perlu membayar tiket atau karcis masuk, hanya saja pengunjung harus membayar uang parkir kendaraan bermotor. Untuk tarifnya parkir sepeda motor sebesar Rp 5 ribu, sedangkan untuk mobil Rp 10 ribu. 

Saat tiba di lokasi, gemuruh air sungai yang melewati bebatuan memadati indra pendengar. Ditambah lagi dengan suara kicauan burung di alam lepas. Objek wisata air terjun 1000 memang begitu eksotis, terlebih dihimpit oleh rimbun dan rindangnya pepohonan besar. Rasanya cukup untuk membayar perjalanan yang telah ditempuh yang lumayan melelahkan itu.

Objek wisata Air Terjun 1000 mulai direkomendasikan oleh masyarakat setempat menjadi salah satu tempat yang paling tepat untuk menghilangkan rasa penat dari kebisingan kota, terlebih saat libur akhir pekan tiba. Bagaimana tidak, pesona keindahan alam mampu membuat pengunjungnya terhipnotis. Sejuk dan jernihnya air yang mengalir dari sepanjang sungai kecil berjenjang dan bertingkat menggambarkan pesona indah sesuai nama lokasi wisata itu akan langsung menyambut pengunjung saat tiba di sana.

Air Terjun Sangka Pane

Air terjun Sangka Pane. Foto: IST

Air Terjun Sangka Pane, atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan Air Terjun 17 tingkat adalah merupakan sebuah air terjun tersembunyi dibalik perbukitan wilayah Hulu Kabupaten Aceh Tamiang.

Tempat satu ini memang menyimpan berjuta pesona yang masih perawan serta belum banyak dijamah oleh wisatawan. Dibalik hutan yang lebat, di kaki gunung, serta perbukitan, Air Terjun Sangka Pane saat ini menjadi tempat wisata favorit bagi masyarakat lokal.

Air Terjun Sangka Pane juga merupakan sebuah air terjun eksotis yang berada dibalik perbukitan hulu Kabupaten Aceh Tamiang. Tak seperti air terjun lainnya, tempat wisata ini memiliki kontur tebing berkelok disekelilingnya sehingga nampak cantik dan indah. Konon, air terjun ini juga disebut-sebut merupakan air terjun terpanjang yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.

Secara geografis, Air Terjun Sangka Pane terletak pada Desa Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Untuk mencapai lokasi air terjun ini wisatawan setidaknya harus menempuh jarak sekitar 50 kilometer atau melakukan perjalanan kurang lebih satu jam dari Karang Baru yang merupakan ibukota dari Kabupaten Aceh Tamiang.

Pengunjung disarankan untuk menggunakan kendaraan seperti sepeda motor untuk menuju ke lokasi air terjun ini. Karena jika membawa mobil, bisa dipastikan wisatawan akan mengalami kesulitan dalam melalui jalan yang sempit, menanjak, berkelok, serta dipenuhi dengan tikungan tajam. Hal ini memang tak aneh karena lokasi dari Air Terjun Sangka Pane yang tersembunyi tersebut berada dibalik lereng perbukitan.

Terdapat dua jalur yang bisa dipilih wisatawan untuk menuju lokasi air terjun, yang pertama yaitu dengan melalui tangga darurat pada tebing bebatuan yang terbuat dari batang kayu sederhana. Sayangnya, kondisi tangga ini sangat memprihatinkan karena banyak anak tangga yang rusak sehingga berbahaya bagi keselamatan wisatawan.

Jika pengunjung memilih untuk melewati jalur kedua, maka wisatawan harus memutar melewati sungai dengan jarak tempuh yang lebih jauh. Karena itu banyak wisatawan yang lebih memilih untuk menggunakan jalur pertama daripada jalur ini. 

Perjalanan menuju ke Air Terjun Sangka Pane memang melelahkan, namun perjuangan tersebut akan segera terbayar dengan panorama air terjun yang sungguh menawan.

Ketika wisatawan tiba dilokasi air terjun akan terpampang sebuah panorama air terjun alami dengan derasnya air yang jatuh mengenai bebatuan. Gemericik air seolah mengundang wisatawan untuk segera melompat dan mandi disegarnya air yang berasal dari sumber mata air pegunungan ini.

Air Terjun Sangka Pane ini memiliki beberapa tingkatan air terjun sehingga banyak masyarakat sekitar yang menyebut air terjun ini dengan nama Air Terjun Tujuh Tingkat. Namun sebagian dari pengunjung mengatakan bahwa air terjun ini sebenarnya memiliki 17 tingkatan air terjun bahkan lebih. Hal ini pula yang membuat wisatawan semakin penasaran untuk berkunjung ke tempat wisata di Aceh Tamiang ini.

Setiap tingkatan Air Terjun Sangka Pane memiliki keistimewaan, karakteristik, dan keindahan yang berbeda-beda. Sehingga hal itu yang menjadikan air terjun itu mempunyai keistimewaan tersendiri. Bagi wisatawan yang memiliki jiwa petualang dapat mencari tingkatan demi tingkatan air terjun tersebut serta menghitung sendiri jumlah dari tingkatan air terjun yang ada di tempat wisata ini.

Saat berada dilokasi air terjun wisatawan bisa merasakan suasana alam yang masih lestari, serta dipenuhi dengan rimbunnya pepohonan hijau disekelilingnya. Udara di lokasi air terjun juga sangat sejuk, yang membuat wisatawan akan betah berlama-lama menikmati maha karya Sang Kuasa ini.

Air Terjun Sangka Pane juga dihiasi dengan banyaknya bebatuan yang dapat ditemukan oleh wisatawan. Berbagai batu dengan bentuk dan ukuran yang berbeda seolah menjadi pelengkap keindahan dari air terjun ini. Tak jarang wisatawan memanfaatkan bebatuan tersebut untuk beristirahat, atau sekedar menikmati derasnya air yang membasahi seluruh tubuh.

Pengunjung bisa dengan bebas bermain air atau mandi di air terjun ini. Terdapat sebuah rongga yang ada dibawah air terjun, tempat ini sering digunakan wisatawan untuk merasakan dingin dan segarnya air yang berasal dari pegunungan tersebut. Namun wisatawan disarankan untuk tetap waspada, karena bebatuan di sekitar air terjun yang sangat licin serta terdapat kolam yang cukup dalam.

Akan tetapi, saat berkunjung ke lokasi itu, wisatawan akan sedikit kesulitan mendapatkan fasilitas umum seperti, toilet, kamar mandi, atau mushola untuk beribadah. Untungnya, wisatawan masih bisa menemukan tempat parkir yang berjarak 2 kilometer sebelum tempat wisata. Tempat parkir ini sudah dijaga oleh penduduk setempat, sehingga wisatawan tak perlu takut jika kendaraannya akan hilang.

Di samping itu, akses dan kondisi jalan menuju ke tempat wisata itu juga keadaannya belum cukup baik, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Jalanan yang sempit, berliku serta ekstrim memaksa wisatawan berjalan kaki setidaknya 2 kilometer dari tempat parkir. Untuk itu, perlu adanya campur tangan pemerintah dalam membangun infrastruktur ini, karena mengingat potensi wisata Air Terjun Sangka Pane yang cukup besar.

Disekitar lokasi air terjun wisatawan juga akan kesulitan untuk menemukan warung yang menjajakan makanan atau minuman, sehingga wisatawan disarankan membawa perbekalan dahulu sebelum bertolak ke air terjun. Jika wisatawan ingin menginap, dapat menyewa beberapa hotel dan penginapan di Kota Babo yang jaraknya hanya sekitar 8 kilometer dari lokasi air terjun.

Air Terjun Sangka Pane memang memiliki pesona luar biasa yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke tempat wisata ini. Terlepas dari minimnya fasilitas yang ada, air terjun ini masih layak untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan ketika berada di air terjun.

Tamsar 27 

 Tempat wisata Tamsar 27. Foto: IST

Tamsar 27 merupakan sebuah sungai kecil di bagian hulu Kabupaten Aceh Tamiang, atau tepatnya di wilayah Desa Bengkelang Kecamatan Bandar Pusaka yang memiliki aliran air yang jernih dan sejuk yang bersumber langsung dari mata air pegunungan. Sepanjang aliran tersebut memiliki kurang lebih 27 tingkatan yang terbuat dari batu alam yang besar.

Keindahan Tamsar 27 membuat siapa pun yang melihat terperangah, sejuknya air yang berwarna kebiruan dengan hiasan pepohonan rimbun di bagian sisi kiri kanan sungai tersebut terlihat bak sebuah lukisan. Wajar jika masyarakat setempat menjulukinya sebagai surga tersembunyi di balik lembah. 

Selain tangga air 27 tingkat yang dinilai cukup menakjubkan, keunggulan Tamsar ini juga terletak pada kondisinya yang masih alami dengan ditandai dengan keberadaan orangutan dan ikan sungai yang sudah mulai langka pada aliran air Tamsar itu.

Keindahan dan pesona pemandangan di kawasan itu pun sempat membuat takjub Bupati Aceh Tamiang, Mursil ketika berkunjung langsung ke lokasi itu pada Februari 2019 lalu. Ia bahkan mengku jika dirinya selama ini belum pernah menemui tempat seindah Tamsar 27 di daerah manapun. 

Sehingga Mursil pada saat itu menganggap objek ekowisata yang dilihatnya itu dapat dikembangkan sedemikian rupa nantinya, sehingga dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten tersebut. 

Selain itu, ia menilai lokasi itu bisa menyaingi Bukit Lawang, yang merupakan objek wisata yang terkenal di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan selama ini dikenal memiliki daya tarik wisata penangkaran orangutan.

Kendati memiliki pesona dan keindahan yang luar biasa, akses jalan menuju lokasi itu masih sangat buruk. Wisatawan yang hendak berkunjung ke objek wisata tersebut disarankan agar terlebih dahulu menyiapkan seluruh bekal yang cukup, seperti makanan dan minuman. Sebab, di lokasi itu wisatawan nantinya tidak akan dapat menemukan warung ataupun penjual makanan. 

Bukan tanpa sebab, jarak pemukiman warga dengan lokasi itu sangatlah jauh, kurang lebih sekitar 10 hingga 15 kilometer. Jarak itu belum seberapa jika dibandingkan dengan total jarak keseluruhan dari pusat ibu kota kabupaten Aceh Tamiang, yakni Karang Baru menuju lokasi wisata Tamsar 27.

Untuk tiba di lokasi, wisatawan harus menempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Pekan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu. Setelah itu, wisatawan akan kembali menempuh perjalanan melalui rute yang menanjak tinggi dan berbelok tajam sekitar 1 jam, atau total jarak keseluruhan dari pusat ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang, Karang Baru ke Tamsar 27 sekitar 51 kilometer. 

Saat ini, objek wisata tersebut terlihat mulai di buka dan di kelola oleh masyarakat desa setempat dengan membuat kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Demi menarik minat wisata, mereka melakukan pembukaan jalan menuju lokasi wisata dengan cara swadaya. 

Itulah ulasan empat objek wisata di Kabupaten Aceh Tamiang yang berpotensi besar untuk dijadikan sebagai objek wisata unggulan di kabupaten tersebut.

Komentar

Loading...