Unduh Aplikasi

Empat Bandar Pengedar Ganja dan Sabu-Sabu Dibekuk Polisi, Tiga Masuk DPO

Empat Bandar Pengedar Ganja dan Sabu-Sabu Dibekuk Polisi, Tiga Masuk DPO
Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba. Foto: AJNN/Sarina.

LHOKSEUMAWE - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil membekuk empat spesialis (Bandar) narkotika jenis Ganja dan Sabu-sabu. Ke empat tersangka dari kasus yang berbeda tersebut yakni, R (54), M (29), Z (30) dan MZ (42).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan, keempat tersangka tersebut yakni dari empat kasus yang berbeda. Kasus pertama yaitu penangkapan terhadap R warga Gampong Alen, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

“Tersangka ini kita bekuk di kawasan irigasi berdarkan informasi warga. Daru tersangka berhasil diamankan 116 bungkus ganja kering dengan berat 800 gram,” katanya didampingi, Waka Polres, Kompol Raja Gunawan, saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Senin (12/4).

Lanjut Kapolres, R mendapatkan barang haram itu dari pelaku yang berinisial R juga yang saat ini ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Dengan membeli seharga Rp700 ribu.

“Setelah dibeli, kemudian dijual per paket yang sudah dibungkus itu dengan harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Penjualan di lakukan seputaran Syamtalira Bayu,” tuturnya.

Untuk kasus kedua yakni, pihaknya berhasil menangkap M (29) buruh harian yang melakukan peredaran Narkoba jenis ganja dan sabu di kawasan jalan Mahoni, Gampong Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. dari tangan tersangka berhasil diamankan satu buah bong dan sebungkus ganja kering.

“Kedua tersangka tersebut dikenakan pasal 111 ayat 1 Jo pasal 114 ayat 1 nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun atau denda Rp10 miliar,” tuturnya.

Selain kasus ganja, sambung Kapolres pihaknya juga membekuk dua Bandar narkoba jenis sabu-sabu dengan kasus yang berbeda, yakni menyita 119 gram dan 125 gram barang terlarang tersebut.

“Jadi kasus yang ketiga yaitu kita bekuk Z (30) warga Meunasah Pulo, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, dari tersangka kita amankan 119 gram narkoba jenis sabu. Tersangka membelinya dari F (DPO) dengan harga Rp36 juta, lalu dijual kembali dengan harga Rp37 juta,” jelas Kapolres.

“Dan yang terakhir yakni, MZ (42) warga Gampong Sangkelan, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara dari tangan tersangka diamankan 125 gram sabu-sabu,” ungkapnya.

Tersangka MZ lanjut Kapolres, mengaku barang itu diterima dari DPO Jamal (nama panggilan), tujuannya untuk menyimpan saja, dan MZ akan diberi upah Rp3 juta, jika barang itu, sudah habis diambil oleh orang suruhan DPO tersebut.

“Tersangka mengaku baru menerima upah Rp1 juta, sebelum dibekuk petugas,” cetusnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 UURI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Komentar

Loading...